KELUAR - Terdakwa menggunakan baju tahanan saat keluar setelah persidangan, Kamis (10/10/2019). Foto: Joefan_Silmed
in ,

‘Pelaku Pembunuhan’ Erwin Didakwa dengan Pasal Pengeroyokan

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Terduga ‘pelaku pembunuhan’ Erwin Kusuma Jaya didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan pasal pengeroyokan, yaitu Pasal 170 ayat (2) pada persidangan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Kamis (10/10/2019) pukul 14.00 WIB.

Hal ini disampaikan langsung kuasa hukum terdakwa, Edwar Antoni didampingi Ayub Zakaria kepada Silampari Media, seusai persidangan. Atas dakwaan yang disampaikan JPU, Hasbi dan Sumar Herti, pihaknya tidak merasa keberatan.

“Atas dakwaan JPU kami tidak merasa keberatan,” tegasnya kembali.

Selain itu, agenda persidangan tertutup ini juga mendengarkan saksi-saksi yang ada. Informasi yang didapat beberapa saksi yang hadir diantaranya, Ujang Irawan selaku orang tua korban, Feri, Ari dan NV merupakan teman Erwin.

Dari saksi yang dihadirkan, Edwar mengatakan tidak ada satu pun yang mengetahui saat kejadian.

“Saat dipersidangan, kami merasa tidak ada satu orang pun dari saksi yang melihat dan mengetahui bagaimana kejadian sebenarnya,” ungkap dia.

Saat disinggung, keberatan yang disampaikan keluarga korban dikarenakan terdakwa IM tidak ditahan. Edwar beralasan bahwa hal tersebut diatur UU.

“IM itu tidak ditahan, karena dari usia dia termasuk dibawah umur. Silahkan lihat UU nya jelas diatur,” katanya.

Ditempat terpisah, Orang tua Erwin, Ujang Irawan mengaku sangat keberatan jika terdakwa dihukum tidak adil.

“Kami inginnya pelaku dihukum seberat-beratnya. Bagaimana rasanya kami kehilangan anak, harusnya seperti itu juga,” tuturnya dengan rasa terpukul.

Apalagi, hingga saat ini belum ada itikad baik dari keluarga pelaku.

“Sampai saat ini hanya keluarga HD yang datang kerumah minta maaf atas kejadian ini. Sedangkan IM dan IL belum ada sama sekali. Bagaimana kami bisa memaafkan pelaku,” katanya.

Setelah persidangan tersebut, selanjutnya terdakwa HD, IM dan IL akan mendengarkan tuntutan dari JPU dipersidangan pada Selasa (15/10).

Sementara itu, untuk mengklarifikasi mengenai dakwaan dari pihak JPU, Sumar Herti belum bersedia dimintai tanggapannya.

“Maaf dek ya, karena sidang ini dari pagi hingga siang, sedangkan saya belum makan,” ucap JPU sembari melanjutkan langkah kakinya setelah persidangan

Sehingga sampai berita ini terbit, walaupun sudah berusaha berapa kali menghubungi JPU melalui via telepon, Silampari Media masih belum berhasil memintai keterangan terkait sidang ini.

Sebelumnya, Kota Lubuklinggau digegerkan kematian Erwin Kusuma Jaya di Jalan A Yani, Kelurahan Ulak Surung, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Rabu (18/9) malam.

Pemuda berusia 18 tahun itu tewas mengenaskan dengan luka tusuk di bagian dada kirinya, atau tepat menghujam dibagian ulu hati.

Setelah dilakukan penyelidikan, pihak Kepolisian berhasil menangkap 3 pelaku, yang salah satunya dibawah umur. Mereka adalah HD alias gundul, IL alias Kancil dan IM alias B.

Pihak Kepolisian awalnya sempat merilis kematian korban yang dilakukan para pelaku dengan bermotif diduga cinta segitiga.

Namun setelah itu, pihak polisi melakukan pembenaran kembali dengan merilis bahwa motif para tersangka bukan karena jalinan cinta segitiga. Akan tetapi ingin menguasai barang milik korban, berupa handphone dan motor.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR   : Dodi Chandra

Simpan Sabu Dalam BH, IRT Diringkus

Sonny Syueb Tamat Ambil Formulir Pendaftaran Balonbup Muratara