Pedagang di Pasar Ikan Simpang Periuk mengeluhkan sepinya pembeli. Foto : Alex Silmed
in

Pasar Ikan Simpang Periuk Sepi Pembeli

MUSI RAWAS, Silmed.id – Pasca hari raya Idul Adha, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Ikan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II sudah mulai menurun. Namun kenapa pedagang di pasar itu masih saja mengeluh.

Setelah lebaran Idul Adha harga kebutuhan sudah mulai stabil, namun penjualan mengalami penurunan akibat melemahnya daya beli masyarakat terhadap beberapa komoditas strategis.

“Daya beli masyarakat mulai turun. Pasar jadi sepi sekarang,” ucap Iyem, salah seorang pedagang kepada Silampari Media, saat diwawancara Jum’at (30/8/2019).

Menurutnya, turunnya daya beli pedagang juga didorong faktor ekonomi masyarakat yang masih susah.

“Harga cabai merah keriting sebelumnya mencapai Rp100 ribu perkilo, kini hanya Rp40 ribu/Kg. Akan tetapi karena tidak adanya pembeli, cabai-cabai itu sampai ada yang busuk,” terang Iyem.

Pembeli yang datang kebanyakan warga sekitar pasar, itu pun hanya membeli barang yang dibutuhkan pada hari itu.

“Ini menandakan bahwa perekonomian masyarakat sekarang lagi susah,” ungkapnya.

Sementara itu, Supri (43) warga Kelurahan Air Temam menyampaikan memang dalam beberapa bulan terakhir sudah sangat jarang membeli kebutuhan di Pasar Ikan Simpang Periuk, yang disebabkan pemasukan ekonomi yang susah.

“Dari karet sendiri tahula dewek. Pengepul membeli karet dengan harga mura, belum lagi untuk mendapatkan getah karet pada musim kemarau seperti ini. Pendapatan tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup setiap bulannya. Mau ngojek juga sekarang ini sepi,” tukas Supri.

PENULIS : Alexander
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Camat Minta Bumdes Cari Cara Untuk Memasarkan Produk

PKK Sumsel Apresiasi Inovasi Lima Salam Posyandu