in

PAI dan Bahasa Arab di Madrasah Bukan Dihapus Tapi Diperbaharui

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Sebuah unggahan yang menyebutkan bahwa Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Bahasa Arab di madrasah ditiadakan dari KMA 183 Tahun 2019, beredar di media sosial Facebook.

Informasi ini dipastikan tidak benar alias hoaks. Unggahan tersebut juga mencantumkan surat dari Kementerian Agama yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dan Kepala RA, MI, MTS, dan MA se-Indonesia.

Pada bagian yang dicetak tebal dan poin dilingkari terdapat ketentuan sebagai berikut.

Dengan berlakunya KMA 183 tahun 2019 dan KMA 184 tahun 2019, maka mulai Tahun pelajaran 2020/2021, maka KMA nomor 165 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah sudah tidak berlaku lagi.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau H.Azhari Rahardi, kepada Silampari Media, pada Minggu (12/07/2020) menjelaskan, jika surat yang beradar tersebut memang benar tetapi ia menjelaskan bahwa informasi tersebut jangan ditanggapi kata-katanya hanya sepenggal.

“Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab bukan dihapuskan, tetapi di perbaharui,”kata H. Azhari Rahardi (12/7/2020).

Menurutnya, materi pelajaran PAI dan Bahasa Arab sebenarnya diatur dalam keputusan Manteri Agama (KMA) no 165/2014.

Tetapi, karena adanya beberapa penyempurnaan, maka materi PAI dan bahasa Arab diperbaharui dengan KMA nomor 183/2019. Jadi dengan begitu pelajaran PAI dan Bahasa Arab di Madrasah tetap ada.

“Dengan begitu tidak benar bahwa pelajaran PAI dan bahasa Arab dihapuskan,”pungkasnya.

PENULIS : Putri Rianita

Waspada, 284 Warga Terkena Demam Berdarah

Mobil Desa Dikuasai Mantan Kades