in

OT Dibatasi Pukul 22.00 WIB, Warga Keberatan

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Pihak kepolisian berencana melakukan tindak tegas terhadap hiburan malam, khususnya hiburan Organ Tunggal (OT), yang kini dianggap tidak mentaati batas waktu yang diizinkan.

Meski sudah ada larangan, Namun masih ada warga yang masih  menggelar pesta OT hingga larut malam.

Hal inilah yang disampaikan Kapolres Lubuklinggau, AIBP Dwi Hartono menjelaskan jika batas waktu yang diizinkan pesta malam adalah pukul 22.00 WIB.

“Sebelum melakukan tindakan tegas, selama  dua minggu ini anggota kita akan melakukan sosialisasi lebih dahulu mengenai batas waktu ini,” katanya, Senin (11/11/2019).

Selain itu, Dwi mengatakan, dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh pengusaha orgen tunggal yang ada di Kota Lubuklinggau untuk dilakukan sosialisasi.

“Nanti ketika sudah kita lakukan sosialisasi, kita harapkan tidak ada lagi pengusaha orgen yang melanggar bila sudah dilakukan sosialialisasi,” kata dia.

Menurutnya, pembatasan pesta malam ini sebenarnya mengalami keterlambatan karena rencanya diberlakukan bulan Februari lalu, namun saat itu terkendala pelaksanaan pemilu.

“Karena Pemilu jadi belum maksimal, sekarang baru kita maksimalkan,” terangnya.

Dwi mengungkapkan pembatasan jam pesta malam ini untuk mengurangi efek negatif di masyarakat. Karena identik maraknya peredaran minuman keras dan peredaran narkoba.

“Kami ingin mengurangi semua ruang gerak pelanggaran serta kejahatan. Baik itu minuman keras, narkoba dan juga aksi-aksi kejahatan lainnya,” tutup pria ini.

Sementara itu, tanggapan salah seorang warga Kelurahan Watervang, Hariono (50) meminta toleransi kepada pihak kepolisian. Karena pesta malam itu mengenai hajat hidup seseorang.

“Kalau bisa sih jangan seperti itu ya. Kasilah toleransi sedikit. Kalau pukul 22.00 WIB, terkadang tamu saja belum datang. Mosok tamu belum datang acara sudah bubar,” kesahnya.

Untuk itu, ia berharap bahwa pihak kepolisian memberikan solusi lain. Bukan dengan membatasi waktu tersebut.

“Pejabat saja kalau ada acara pasti polisi kawal. Mau dari pagi sampai malam gak keberatan kan. Nah, kalau bisa rakyat kecil seperti itu juga, kalau diizinkan polisinya datang ke tempt hajatan berikan perlindungan keamanan. Itu baru solusi menurut saya. Jangan hanya pejabat saja,” tutupnya diakhir pembicaraan.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Kenakan Baju Seperti Prabowo, Apek Kembalikan Formulir Pendaftaran Calon Bupati Muratara

Fashion Show Batik Musi Rawas Hiasi Kemeriahan HKG PKK Ke-47 Tingkat Kabupaten Mura