Sejumlah pedagang kue yang ada di Pasar Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu, Jum'at (9/8/2019). Foto : Hengki Silmed
in

Omset Penjualan Kue Musiman Menurun

MURATARA, Silmed.id – Moment Hari Raya Lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha biasanya dimanfaatkan para pedagang kue musimam untuk menjajakan dagangannya di pasar.

Hal tersebut merupakan kesempatan emas bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan lebih. Namun di moment Hari Raya Lebaran Idul Adha 1440 Hijriah, ini pembeli kue justru sepi.

Paantauan Silampari Media di Pasar Surulangun Rawas, Kecamatan Rawas Ulu, pada Jum’at (9/8/2019), sejumlah lapak pedagang yang menjual kue tampak sepi. Hanya ada segelintir warga saja yang terlihat membeli.

Tidak jauh berbeda seperti yang diungkapkan salah seorang pedagang kue, Tari (42) warga Desa Lawang Agung, Kecamatan Rupit. Diakuinya penjualan kue saat lebaran Idul Adha berbeda dengan lebaran Idul Fitri.

“Iya memang berbeda, kalau lebaran Idul Fitri biasanya ramai, tapi lebaran Idul Adha ini sepi. Mungkin karena hari liburnya hanya satu hari saja,” katanya kepada Silampari Media.

Ia menjelaskan, terkadang harus ada moment yang perlu diperhatikan untuk dimanfaat, seperti misalnya menjelang lebaran atau masuk sekolah.

“Kalau hari biasa, saya berjualan pakaian, sepatu dan barang-barang lain. Nah berhubung lebaran haji sudah dekat, saya jualan kue kering,” ungkapnya.

Untuk jenis kue yang dijualnya beraneka ragam jenisnya, seperti kue Bangkit, Kerupuk Ikan, Kacang Atom, Kacang Bogor, kue Semprong, Emping Pedas dan kue-kue lainnya.

“Kalau harganya dagangan yang saya mulai dari harga terendah Rp40 ribu sampai Rp60 ribu/kg,”ujarnya.

Amrul (45) pedagang kue lainnya mengakui pembeli cukup sepi. Menurutnya, hal ini terjadi karena warga tidak memiliki penghasilan lebih.

“Mungkin sepinya pembeli, karena warga tidak memiliki uang lebih untuk sekedar membeli kue,” pungkasnya.

PENULIS: Hengki Pransis
EDITOR: Aulia Azan Siddiq

Pemkab Segera Eksekusi Lahan Parkir Danau Aur

Peningkatan SDM, ABPEDNAS MoU dengan Unmura