in

Oknum PNS Muratara Disinyalir Berlomba-lomba “Kuras” Pemborong, Ini Contohnya

MURATARA, Silmed.id – Keterlibatan PNS dalam setiap proyek pemerintah di Muratara yang menjadi rahasia umum kini perlahan terbuka. Parahnya, para oknum PNS yang terlibat dalam proyek seolah berlomba-lomba mendapat jatah bahkan terkesan menguras pemborong. Eka (40) salah seorang pemborong yang mendapatkan pekerjaan di Muratara tahun lalu secara ekslusif membeberkan sejumlah nama PNS yang mendapat jatah sesuai dengan perannya didalam kegiatan.

“Dari PNS yang kecil sampai Pejabat, dari oknum ULP sampai PPK semuanya minta jatah,” ujar Pria yang tercatat sebagai warga Desa Embacang Baru Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara ini, Senin (13/1/2020).

Dalam meminta jatah, lanjut Eka, modusnya bermacam-macam pula, ada yang terang-terangan. Ada pula yang beralibi pinjam uang.

Eka, salah seorang pemborong yang merasa dikuras oleh sejumlah oknum PNS

“Mereka seolah berlomba-lomba menguras pemborong, sehingga sangat wajar jika banyak kegiatan fisik yang tidak berkualitas di Muratara ini,” tambahnya.

Kepada wartawan, Eka memberikan sejumlah data pengeluaran selama mengerjakan paket proyek yang diamanahkan kepadanya.

“Di catatan ini, semua belanja, jatah dan pengeluaran lainnnya jelas. Tertera nama-nama PNS yang dapat jatah. Bahkan kwitansinya pun ada. Silakan dipublikasi,” tegas Eka.

Adapun nama-nama PNS yang meminta jatah tercantum dalam daftar pengeluaran, belanja dan jatah itu sedikitnya 10 orang PNS, diantaranya ZA, ZH, VA dengan peran bermacam-macam seperti panitia pengadaan, pengawas hingga PPK.

“Ada pejabat bahkan ada jatah diatas pejabat. Buktinya jelas. Muratara memang luar biasa,” ujar Eka terlihat kesal.

Eka berharap dengan adanya pemberitaan ini pembangunan Fisik di Muratara dapat berjalan baik dan maksimal dalam pembelanjaan pembangunan.

“Kalau seperti ini dibiarkan terus menerus, maka Muratara akan terus tertinggal,” tutup Eka.

PENULIS: Dodi Chandra

Poli Klinik Kecantikan RS AR Bunda Lubuklinggau Berikan Promo Paket Khusus

Disdukcapil Dapat Blangko KTP-el 4.000 Keping