Cik Nang ketika tengah menggali sumur milik warga di Kecamatan Sukakarya. Foto : Sutrisnak Silmed
in

Musim Kemarau, Penggali Sumur Kebanjiran Pesanan

MUSIRAWAS, Silmed.id – Musim kemarau sebagian besar orang beranggapan bahwa itu merupakan bencana, namun tidak bagi Cik Ning (59) yang berkerja sebagai penggali sumur. Pria yang tercatat sebagai warga Desa Ciptodadi, Kecamatan Sukakarya kebanjiran pesanan.

“Alhamdulillah, banyak pesanan untuk menguras sumur guna mencari sumber air,” kata Cik Ning, Kamis (12/9/2019) saat dibincangi Silampari Media.

Tarif yang dipatoknya sebesar Rp300 ribu permeter, baik itu membuat sumur baru ataupun hanya menguras.

“Kebanyakan meminta untuk menguras dan mencari mata air. Kalau membuat sumur baru saat ini cukup jarang,” jelas Cik Ning.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini menjelaskan jika ia beralih profesi menjadi penggali sumur saat musim kemarau saja.

“Dalam dua bulan terakhir ini, saya mulai kebanjiran pesanan untuk menggali sumur warga. Karena menggalinya secara manual, saya hanya mampu menyelesaikan satu sumur dalam satu hari,” jelasnya lagi.

Sedangkan untuk penghasilan yang ia dapat, Cik Ning bercerita dalam satu bulan bisa mengantongi uang sebesar Rp 5 juta.

“Tergantung kedalaman dan banyaknya sumur. Hasilnya lumayanlah daripada menyadap karet, sekitar 5 juta,”ungkapnya.

Sementara itu, Jamal warga yang sama mengaku terbantu dengan jasa yang ditawarkan oleh Cik Ning.

“Sekarang air sumur mulai kering. Solusinya meminta bantua Cik Ning,”pungkasnya.

PENULIS : Sutrisnak
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Pasca Berakhirnya Ops Patuh, Polres Lubuklinggau Lakukan Evaluasi

Puluhan Anggota Kodim 0406/MLM Jalani Tes Urine