in

Merebak Corona, Tetap Waspada DBD

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Ditengah situasi siaga penuh terhadap penyebaran Virus Corona (Covid-19), masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, dalam kurun waktu 2018-2019, empat pasien meninggal karena DBD.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau kepada Silampari Media, pada Jum’at (20/03/2020), Cikwi melalui Kasi P2PM, Depit Kurniawan menyampaikan tahun 2018 ada 437 pasien DBD. Tiga dari mereka meninggal. Bersyukur, tahun 2019 jumlah pasien DBD turun jadi 140 orang dan satu yang meninggal. Sementara tahun 2020, sudah empat pasien positif DBD, semuanya bisa pulang ke rumah dalam kondisi sembuh.

Sebagai upaya antisipasi penyebaran, Dinkes Kota Lubuklinggau terus menyosialisasikan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M, yakni Menguras, Menutup dan Mengubur. Sehingga bisa mencegah berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.

Kewaspadaan juga dilakukan oleh puskesmas dibawah naungan Dinkes Kota Lubuklinggau.

Kepala Puskesmas Megang, Titin mengungkapkan sejak Januari hingga Maret 2020 ada 24 kasus DBD yang ditangani Puskesmas Megang. Semua pasien yang gejalanya mengarah ke DBD, segera dirujuk ke rumah sakit. Penderita DBD harus segera mendapat penanganan medis untuk menghindari dampak buruk. Agar bisa cepat dites darah. Sebab, kata Titin, tes darah di Puskesmas masih sederhana, makanya harus dilakukan di rumah sakit, agar hasilnya lebih maksimal.

Dan ia menyatakan, semua pasien yang pernah dirujuk itu sudah sehat. “Setelah pasien dinyatakan sehat, kami kunjungi mereka. Guna memastikan bahwa pasien benar-benar dalam kondisi stabil,” tutur Titin.

Belajar dari kasus-kasus yang ada, pencegahan terus mereka lakukan. Bahkan beberapa pekan lalu upaya pencegahan DBD sudah dibahas di Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat kecamatan. Salah satunya menekankan kepada Lurah, Ketua RT dan masyarakat untuk menggalakkan Peran Serta Masyarakat (PSM) dan menggalakan gerakan PSN.

Bahkan ia meminta setiap rumah punya satu kader Jumantik.

“Karena saat ini, Puskesmas Megang hanya punya 10 kader Jumantik dan itu tidak akan bisa mem-backup seluruh warga di Megang. Makanya kita minta, masyarakat punya kader Jumantik sendiri,” kata Titin.

Jika ini dilakukan, maka masyarakat sudah bisa memantau sendiri dan tidak tergantung dengan program pemerintah. Mereka sudah sadar, pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, dengan menerapkan PHBS.

“Tidak perlu tunggu program pemerintah dan tidak perlu sudah terjadi baru heboh,” tegasnya.

Lantas, bagaimana kasus DBD yang ditangani RS Dr Sobirin?

Direktur RS Sobirin, Dr M Nawawi Akib melalui Kepala Bidang Perencanaan dan Rekam Medis, Sumiati, SKM, MKes mengungkapkan kasus DBD dari tahun 2018 ke tahun 2019 menunjukkan penurunan.

“Tahun 2019 ada 272 pasien DBD rawat jalan, sementara 409 pasien rawat inap. Lalu tahun 2019 turun, jadi hanya 161 pasien rawat jalan dan 259 pasien rawat inap,” pungkasnya.

PENULIS : Putri Rianita
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Cegah Virus Corona, Tidak Ada Jam Besuk

Yuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh Dengan Banyak Konsumsi Buah dan Sayur