Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Thamri.
in

Menanti Rilis Program 100 Persen Sekolah Gratis

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Janji kampanye Walikota Lubuklinggau, H. SN. Prana Putra Sohe dan H. Sulaiman Kohar terkait program sekolah gratis 100 persen nampaknya sangat diharapkan di tahun ajaran baru ini. Namun bagaimanakah realisasinya?
Memang sampai detik ini program tersebut belum sampai secara nyata untuk menjawab asa para penanti kabarnya. Hal tersebut terbukti saat Silampari Media mengunjungi beberapa sekolah dan bertemu dengan Kepala Sekolahnya dan menanyakan program tersebut.
“Instruksinya sekolah harus memberikan data terlebih dahulu ke Tim yang dibentuk oleh Dinas Pendidikan, untuk saat ini yang diberikan adalah siswa dari keluarga yang kurang mampu. Setelah data diberikan barulah dana akan diturunkan,” ujar Kepala Sekolah di salah satu SD di Kota Lubuklinggau yang enggan dituliskan namanya itu kepada Silampari Media, Selasa (16/07/2019).
Harapan terbesar tentu saja datang dari para orangtua yang sangat berharap program tersebut terealisasi.
Seperti misalnya Marsih Sriatun (38), salah satu wali murid kelas 1 di SD Negeri 27 Lubuklinggau mengungkapkan harapannya.

“Kalau harapan kami sebenarnya masuk sekolah langsung dikasih, tapi gaktaunya kami masih harus menyiapkan baju sekolah sendiri. Harapan sekarang sih semoga programnya cepat turun ajalah biar bisa membantu meringankan,” ungkapnya dengan disertai anggukan wali murid lainnya yang sedang mengantarkan anaknya bersekolah.

Sementara Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe melalui Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Dr.H.Thamri menegaskan bahwa program tersebut pasti akan terealisasi.
“Pasti terealisasi soalnya sudah dianggarkan untuk APBD Kota tahun 2019 ini, hanya saja ada prosedur dan tahapan yang harus dilakukan. Seperti misalnya pendataan siswa, kan kami tidak bisa prediksi sebelumnya berapa siswa yang akan masuk sekolah tahun ini, dari siswa yang masuk akan diseleksi lagi, untuk tahap awal ini kami anggarkan untuk yang kurang mampu atau pra sejahtera terlebih dahulu. Kalau maunya pak Wali siswa masuk langsung dikasih dan semuanya harus dapat tanpa terkecuali, tapi keadaan yang tidak memungkinkan, makanya dicari prosedur yang terbaik untuk merealisasikannya,” ungkap pria yang menamatkan gelar doktornya di Universitas Bengkulu ini.
Thamri juga menerangkan jika saat ini sudah ada tim yang dibentuk terkait program sekolah 100 persen gratis ini.
“Kami prediksi dari awal kalau penerima manfaat nantinya itu separuh dari total siswa kelas 1 dan 7 se-Kota Lubuklinggau. Jadi nanti tim yang terbentuk akan menerima data dari masing-masing sekolah yang diverifikasi langsung oleh sekolah yang bersangkutan terkait keadaan keluarga siswa saat itu, setelah tim menerima data lebih lanjut maka tim sudah bisa menyimpulkan berapa yang harus diadakan dan barulah akan dibuka lelang untuk pengadaannya. Untuk sekarang kami anggarkan hanya untuk kelas 1 dan kelas 7 terlebih dahulu.” lanjut Thamri.
Saat disinggung terkait apakah program sekolah 100 persen gratis ini ada jaminan untuk tidak mengikuti jejak program pendahulunya yang hanya bertahan sebentar yakni Kartu Linggau Pintar (KLP) yang juga memberikan pendanaan kepada siswa kurang mampu, Thamri menjawab singkat.

“Kalau kami OPD ini hanya menjalankan tugas, yang punya kuasa adalah Walikota dan direncanakan di Bappeda, jadi pada prinsipnya kami hanya mengeksekusi program-program dari pak wali. Tapi sebisa mungkin kamipun akan berusaha untuk memaksimalkan program ini hingga benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” tutupnya.
Untuk saat ini asa terkait program 100 persen sekolah gratis masih begitu tinggi di tengah-tengah masyarakat Kota Lubuklinggau, tinggal menunggu waktu program ini akan dieksekusi. Hanya saja, apakah akan melahirkan bahagia atau justru kecewa. Nampaknya masyarakat masih harus bersabar demi menanti rilis program 100 persen sekolah gratis.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring

EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Tujuh Desa di Muratara Akan Melaksanakan Pilkades

Terbentur Pendanaan, NPC Kota Lubuklinggau Audiensi Bersama Dispora