ilustrasi
in

Menanti Realisasi Program Pengganti P3N

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Komitmen Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru untuk mengaktifkan kembali Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) nyata adanya. Saat ini P3N, dibawah kepemimpinan Herman Deru berganti nama menjadi Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK).

Aktifnya kembali P3N di Sumsel tersebut dibuktikan dengan telah diserahkannya Surat Keputusan (SK) kepada para Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK) di beberapa kota dan kabupayen di Sumatera Selatan, misalnya Kota Prabumulih, Kabupaten PALI, serta Kabupaten Muaraenim.

Lalu pertanyaannya kapan P2UKK di Kota Lubuklinggau bisa secara resmi diaktifkan? Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Lubuklinggau, melalui Kepala Seksi Bimas Islam, Zulkifli, meneranhkan jika saat ini pihaknya tidak bisa memastikan kapan P2UKK di Kota Lubuklinggau bisa aktif menjalankan tupoksinya.

“Kami tidak bisa pastikan itu, yang pasti saat ini semua berkas telah kami serahkan ke pihak Provinsi dan saat kami semua tinggal menunggu balasan dari provinsi untuk keaktifan P2UKK,” ujar Zulkifli kepada Silampari Media, Minggu (14/07/2019).

Dirinya menerangkan jika P2UKK merupakan pengganti dari P3N dan orang-orang yang akan menerima SK P2UKK diprioritaskan para petugas P3N dahulu.

“Ada 81 berkas nama yang kami ajukan, itu karena ada tujuh nama rekomendasi lainnya yang diluar petugas P3N dahulu, hal itu dimungkinkan karena mantan P3N sudah tidak mau lagi menjabat sebagai P3N karena dinilai sudah tidak mampu. Biasanya terkait faktor usia. Berkas telah kami serahkan secara lengkap pada 28 Juni yang lalu,” ungkap Zulkifli.

Zulkifli juga menambahkan jika saat ini semua hal yang bersifat administrarif P2UKK dikembalikan ke Kabag Kesra Pemkot Lubuklinggau.

“Kalau Kemenag hanya bersifat pendampingan tekhnis, karena segala sesuatu yang berkaitan dengan program keagamaan pasti di bawah naungan Kemenag. Semoga ke depan P2UKK bisa bersinergi dan menjalankan tugasnya dengan maksimal,” harap Zulkifli.

Sementara Paino (40), mantan P3N Kelurahan Sumber Agung mengaku antusias dengan kembalinya program tersebut.

“Dengan P2UKK ini tugas KUA dan Kemenag akan lebih sederhana karena ada petugas yang membantu di level kelurahan. Ini bisa menambah efektifitas kinerja para penyuluh dan pejuang keagamaan. Semoga cepat terealisasi mengingat di daerah lain sudah mulai menerima SK pengaktifan,” ungkap Paino.

Berbeda dengan Paino, M.A Kirom (56) mantan P3N Kelurahan Belalau mengaku saat ini dirinya ingin fokus terlebih dahulu terjadap pekerjaannya.

“Belum mikir untuk lanjut, saat ini fokus dulu dengan tanggung jawab yang baru. Kalau memang ada semoga ke depan bisa lebih maksimal kinerjanya dan dapat menjadi tauladan agama bagi masyarakat kelurahan,” ujar pria yang kini menjadi mandor di salah satu perkebunan di Kabupaten Musi Rawas itu.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring

EDITOR : Aulia Azan Siddiq

IPSA Fokus Kembangkan Potensi Pemuda

Menanggapi Isu Review DED Pembangunan Kantor Walikota Lubuklinggau, Aktivis Berbeda Pandang