EROSI : Jarak antara bibir sungai dan sisi jalan yang semakin mendekat akibat erosi karena robohnya tanggul penahan air beberapa tahun yang lalu. Foto : Bayu Silmed
in

Menanti Hasil “Perang” Air Versus Tanah Pasca Robohnya Tanggul di Siring Agung

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Pengguna jalan Siring Agung maupun Warga Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau nampak was-was dengan keadaan jalan Siring Agung yang mulai terkikis erosi air Sungai Siring Agung akibat tanggul yang roboh.

Kondisi sisi jalan yang mulai tergerus air tepat berada di depan pintu air Sungai Siring Agung, RT. 06, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Dari pantauan Silampari Media di lapangan, jarak antara bibir sungai dan jalan hanya tinggal berjarak setengah meter lagi. Kekhawatiran salah satunya diungkapkan oleh Sarmin (41) warga RT.02, Kelurahan Siring Agung, ia mengaku khawatir sewaktu-waktu tanah amblas dan akan memakan korban.

“Itukan pintu air, jadi airnya terjun dan membentuk pusaran sehingga membentur lebih keras tanah sisi jalan jika dibandingkan dengan aliran biasa. Lama kelamaan akan semakin mendekati jalan dan takutnya amblas seperti di jalan dekat Jembatan Tanah Priuk itu, kwatirnya kalau ada korban. Apalagi kalau ada mobil-mobil bermuatan berat yang lewat,” ungkap Sarmin.

Dirinya menerangkan robohnya tanggul yang berfungsi menahan air sudah sejak lama, namun oleh pemerintah tidak di tindak lanjuti dengan serius.

“Ini kan sebenarnya berbahaya, itu sudah lebih kurang dua tahunan tanggul itu roboh, namun hari ini keadaannya begitu mengkhawatirkan. Pemerintah pernah juga menindaklanjutinya, namun hanya sekedar menggunakn karung yang diisi tanah dan tumpukan batu tanpa ada penahan lebih, sehingga saat air besar semuanya hanyut. Dan ini terulang lagi, karung-karungnya hilang terbawa air,” sambungnya.

ROBOH : Tanggul penahan air di depan pintu air Sungai Siring Agung, RT.06, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II yang roboh beberapa tahun lalu hingga kini masih menyisakan kekhawatiran di tengah masyarakat. Foto : Bayu Silmed

Sementara Puput Kurniasih (23) pengguna jalan Siring Agung yang setiap hari lewat juga mengkhawatrikan keadaan tersebut.

“Was-was saja, soalnya kalau kerja setiap hari lewat sini, takutnya kalau tidak ada tindak lanjut yang serius ya akan roboh jalannya, jangan sampailah ketika ada korban baru di tanggapi dengan serius,” ungkap wanita yang beralamat di Kelurahan sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I itu.

Menanggapi permasalahan tersebut, salah satu tokoh masyarakat Kelurahan Siring Agung, Herman Sawiran mengungkapkan jika dirinya sudah beberapa kali mengkonfirmasi ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII dan Kementrian PUPR Wilayah Sumatera Selatan namun sampai hari ini belum ada tanggapan yang serius.

“Sudah beberapa kali menghubungi BBWS Sumatera VIII, inikan proyek mereka, tanggung jawab mereka. Namun sampai hari ini belum ada penyelesaian yang serius, hanya beberapa kali robohnya tanggul itu diakali dengan tumpukan karung yang berisi tanah dan batu-batu. Sangat tidak efektif,” ungkap pria yang juga merupakan koordinator LSM Gerakan Sumpah Undang-Undang (GSUU) itu.

Dirinya juga menerangkan memang tidak mudah untuk memperbaiki tanggul yang roboh itu, karena harus mengeringkan sungai terleboh dahulu, namun jika serius tentu pasti bisa.

“Loh orang di Belanda itu laut saja di DAM kok, di Sungai Sanga Desa itu juga bisa disiasati saat kemarin juga bermasalah, dan yang terdekat di Jalan Provinsi dekat jembatan Tanah Priuk yang beberapa waktu lalu berlubang karena erosi juga, namun saat ini sudah bisa disiasati, jadi mohon jangan berlarut-larut permasalahan ini, harus segera diatasi,” tambahnya.

Dirinya juga mengingatkan kepada pemerintah Kota Lubuklinggau khususnya Dinas Pekerjaan Umum Kota Lubuklinggau dan Anggota Dewan Dapil Lubuklinggau III untuk sesegera mungkin meninjau lokasi untuk dikonfirmasikan kepada Kementrian PUPR Sumsel dan BBWS Sumatera VIII.

“Meski bukan sepenuhnya tanggung jawab mereka, namun perlu adanya koordinasi terkait permasalahan ini. Para wakil rakyat juga dimohon untuk meninjau karena ini akan berdampak terhadap hajat orang banyak. Jangan sampai masyarakat berpikir adanya pembiaran dari pemerintah karena keadaan tanggul yang anjlok sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Kita harus bersatu dalam menyelesaikan permasalahan ini, masyarakat, legislatif, serta pihak Pemkot Lubuklinggau untuk sama-sama mengkonfirmasi kepada Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Kini setiap detik yang berlalu berpotensi menggerus tanah yang menunjang jalan, hanya kepedulian dan tanggapnya pemerintah yang bisa mencegah erosi lebih jauh, ya, saat ini terjadi pertarungan antara Air, Tanah, dan sikap acuh Pemerintah.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Puluhan Orang Datangi SMPN 1 Lubuklinggau

Penangkapan Ikan Menggunakan Bahan dan Alat Terlarang Marak Terjadi