in

Memprihatinkan, Buang Air Saja Pegawai Harus Pulang ke Rumah

*Sering Disatroni Pencuri

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Sungguh memprihatinkan, bangunan Kantor Kelurahan Dempo yang berada di Jalan Bukit Kaba, Kelurahan Dempo, Lubuklinggau Timur II sangat jauh dari kesan layak sebagai kantor pelayanan terhadap masyarakat.

Hal ini terlihat dari pantuan Silampari Media di lokasi tersebut pada Senin (4/11) pukul 10.00 WIB. Tampak bagian depan kantor saja sudah kusam. Saat awak media masuk kantor tersebut, ternyata ruang pelayanan berada di lantai atas. Sedangkan lantai bawah terdapat 2 ruangan dan 1 ballroom pertemuan.

Namun saat memasuki ruangan tersebut, kesan pertama yang dirasakan adalah kotor dan berdebu, seperti tidak diurus. Bahkan plafon-plafon ruangan sudah ada yang jebol bertahun-tahun. Sehingga wajar jika dikatakan sangat tidak layak dan kurang perhatian dari Pemerintah Kota Lubuklinggau khususnya.

Saat ditemui, Lurah Dempo, M Juarsyah melalui Kasi pemerintahan, Inati Suhaini membenarkan hal tersebut, bahkan menurutnya kantor yang berada di pusat kota ini sudah seringkali disatroni pencuri.

“Sering kehilangan (dicuri). Ada televisi, komputer, dan terakhir mesin air. Padahal sudah kami simpan bawah tangga. Tapi namanya maling tahu juga. Ini karena kondisi kantor sudah sangat jelek mudah sekali pencuri masuk, makanya kami tidak berani menyimpan barang-barang berharga disini. Dulu saja pak lurah sampai harus ganti karena barang sering kehilangan,” keluhnya.

Selain itu, menurutnya pintu-pintu yang ada, kayunya sudah reyot dan tidak layak pakai lagi. Bahkan tidak ada terali besi disemua jendela.

“Sudah sangat jelek, mungkin kalau didorong kuat sedikit akan mudah dibuka,” lanjutnya.

Tidak hanya itu saja, yang pihaknya keluhkan juga keadaan kamar mandi sudah sangat memprihatinkan dan menyeramkan.

“Air PDAM di sini hanya malam hidup. Kalau kantor itu cuma pukul 12 malam baru hidup. Sedangkan kalau kami pegawai mau buang air pulang saja kerumah, karena kebetulan rumah kami tidak jauh dari sini. Cuma prihatinnya kalau ada tamu yang datang, mereka mau buang air susah, harus ambil air dulu di penginapan sebelah,” terangnya.

Ia menceritakan, sebenarnya pihak Dinas PU sudah sering melakukan check fisik bangunan kantor tersebut. Namun hanya sebatas kata-kata saja dan belum pernah terealisasikan.

“Pihak PU sudah berapa kali mengecek. Bukan sekarang saja, terakhir awal-awal tahun ini, tapi belum ada tindakan sampai sekarang,” kesalnya.

Sementara, ia menerangkan jika dana kelurahan tidak boleh digunakan untuk melakukan pembangunan hanya untuk kepentingan masyarakat.

“Makanya kami sudah hampir tiap musrenbang mengusulkan pembangunan ini, tapi tetap saja tidak terlaksana. Terkadang sampai bosan kami mengusulkan,” ungkapnya dengan perasaan sedih.

Untuk itu, pihaknya sangat berharap kepada semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan keadaan kantor tersebut.

“Tentu kami tidak nyaman, kami malu kepada masyarakat karena kantor tidak layak lagi, sedangkan posisi tengah kota. Kami juga heran, kenapa kok kantor lurah yang lain bisa cepat dibangun sedangkan kami tidak,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Rt 04 Kelurahan Dempo, M. Amin menambahkan, menurutnya warga sudah lama mengeluhkan keadaan kantor lurah yang tidak layak tersebut. Namun tidak bisa berbuat apa-apa.

“Memang bisa dilihat keadaan kantor itu memang sudah jelek sekali. Plafon sudah ada yang jebol, bangunan kesannya juga sudah kotpr dan jorok. Warga juga sudah pernah bercerita kepada kami. Harapan kami sebagai warga juga supaya cepat dibangun,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas PUPR, Asril Asri mengatakan jika sebenarnya pembangunan untuk Kantor Kelurahan Dempo sudah dianggarkan pada Tahun 2020.

“Itu sudah masuk dari rencana kami 2018 kemarin, ternyata ada arahan dana kelurahan berdasarkan peraturan yang ada tidak bisa menggunakan dana kelurahan. Artinya akan kami upayakan kedepan menjadi skala prioritas di Tahun 2020,” jelasnya.

Pihaknya iun membenarkan keadaan bangunan tersebut, namun pda anggaran yang laku belum bisa terealisasikan.

“Itu akan rehab total, kami sudah tahu keadaaan nya seperti apa memang sudah tidak layak lagi. Karena kemarin sudah kita masukkan dianggaran awalnya, akan tetapi ternyata terhambat dengan adanya pembangunan skala prioritas seperti gedung paripurna, dan gedung walikota. Tapi kedepan akan jadi prioritas kami,” tutupnya.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Tiang Listrik Tumbang Timpa Kuburan

Sejak Tahap Tiga Rekening KPM PKH Masih Kosong