Polres Lubuklinggau mengadakan press conference atas keberhasilan mengungkap kasus dan menangkap tersangka spesialis penjambretan, Jum'at (15/11/2019). Foto : Jofan Silmed
in

Melawan dan Berupaya Melarikan Diri, Muhammad Hatta Akhirnya Dihadiahi Timah Panas

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Satuan Reskrim Mapolres Lubuklinggau berhasil membekuk seorang spesialis jambret yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) 2018, pada Jum’at (15/11/2019) di kediamannya Kampung 1 Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas.

Tersangka yang menjadi Target Operasi (TO) tersebut diketahui bernama Muhammad Hatta (29) yang kesehariannya bekerja sebagai petani.

Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Raphael B Jaya Lingga didampingi Kasat Reskrim, AKP Alex Andriyan mengungkapkan jika tersangka merupakan spesialis jambret yang sudah sejak tahun 2018 dicari polisi.

“Dari informasi masyarakat, akhirnya tersangka berhasil kita bekuk. Namun dalam penangkapannya, kita terpaksa melakukan tindakan tegas terukur kearah kaki, karena tersangka melakukan perlawanan dan berupaya melarikan diri,” terang Kompol Raphael.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan beberapa barang bukti yang merupakan hasil kejahatannya.

“Barang bukti yang diamankan dari tersangka yakni satu kotak HP samsung J1 dan satu mika HP samsung J1,”sambungnya.

Tersangka Muhhammad Hatta (29) warga Kampung I Desa Lubuk Ngin, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musirawas dihadiahi timah panas karena berupaya melarikan diri dengan cara melawan petugas. Foto : Jofan Silmed

Hasil interogasi yang dilakukan, diketahui Muhammad Hatta nekad mencuri dikarenakan ingin berjudi.

“Hp itu saya jual Rp 100ribu. Setelah itu uangnya saya pergunakan untuk berjudi,” jelas pria yang berstatus duda ini.

Selain itu, dirinya juga mengakui telah beberapa kali melakukan aksi penjambretan.

“Sudah dua kali, satu di MTS dan keduanya di Pasar mambo,” ucapnya singkat.

Dihadapan petugas, tersangka memohon maaf dan mengakui kesalahannya.

“Aku nyesal pak, tidak akan mengulangi lagi. Rasanya gak enak seperti ini,” keluhnya.

Mengingatkan kembali kasus ini, bermula pada Sabtu 29 September 2018. Saat itu korban bersama temannya Sri Marwati mengendarai sepeda motor di Jalan Kalimantan Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, tepatnya ekat pasar Mambo hendak pergi ke Warnet (warung internet).

Lalu tiba-tiba datang dua orang laki-laki dari arah kanan dan memepet sepeda motor korban, kemudian menarik HP yang dipegang korban. Korban sempat melawan, namun dikarenakan kalah tenaga, tersangka berhasil mengambil HPnya.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Family Dekorasi Adakan Promo Cashback Akhir Tahun

Tahun 2002, Mura Hanya Memiliki Ibu Tapi Belum ada Kotanya