IDUL ADHA : Jemaah Sholat Idul Adha 1440 Hijriah, saat mendengarkan khotbah yang disampaikan Sutan Syahril selaku khotib di Masjid Agung As-Salam, Minggu (11/08/2019). Foto : ist
in

Mari Bersama Teladani Sikap Rela Berkorban Nabi Ibrahim AS

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe bersama Wakil Wali kota, H Sulaiman Kohar, Ketua DPRD, H Rodi Wijaya, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono, Dandim 0406/MLM, Letkol Inf, A’an Setiawan, Kajari Lubuklinggau, Hj Zairidah, sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkot Lubuklinggau serta ribuan kaum muslimin melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Agung As-Salam Lubuklinggau, Minggu (11/8/2019).

Dalam sambutannya, Wali Kota Lubuklinggau melalui Wakil Wali Kota, H Sulaiman Kohar mengatakan atas nama pribadi, keluarga dan Pemkot Lubuklinggau, dirinya mengucapkan selamat Idul Adha 1440 H, Minal Aidin Walfaizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Menurut Wawako, sebagai umat Islam sudah sepatutnya kita meneladani sikap rela berkorban Nabi Ibrahim sebagai pesan simbolis cinta kepada Allah SWT, dimana Nabi Ibrahim mengajarkan kita untuk berkorban demi membantu sesama yang kurang mampu.

“Jadikan momentum Idul Adha yang berdekatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 sebagai wahana membangun bangsa ini menuju kearah yang lebih baik,” ajaknya.

Sementara itu, khotib salat Idul Adha, H Sutan Syahril Hafidin dalam khutbahnya mengatakan ibadah haji dan qurban adalah perintah Allah SWT yang bersumber dari peristiwa berat dan luar biasa dialami Nabi Allah Ibrahim AS, anaknya Nabi Ismail AS serta istrinya Siti Hajar. Perintah tersebut lanjut Sutan Syahril, benar-benar merupakan ujian keimanan yang sangat berat bagi Nabi Ibrahim.

“Jiwa perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim yang sangat luhur dan mulia inilah yang kita harapkan dapat diwarisi dan dihayati untuk selanjutnya diimplementasikan secara nyata oleh kaum laki-laki (Bapak) dalam melaksanakan tugas pengabdiannya baik sebagai ayah, pemimpin rumah tangga, pemimpin atau anggota masyarakat maupun sebagai abdi Allah dan Abdi Negara,” ungkap Sutan Syahril dalam khotbahnya.

Sutan Syahril meneruskan, “bagaimana mungkin kita akan melahirkan generasi emas yang akan mewarisi nilai-nilai kejuangan yang sangat mereka butuhkan untuk menjadi penerus masa depan bangsa ini, sementara para orang tuanya maupun pemimpin yang seharusnya menunjukkan ketelanan panutan dan idola justru menunjukkan sikap tidak terpuji diharapan masyarakatnya sendiri.
Untuk itu mari kita rapatkan barisan, jaga dan peliharalah persatuan dan kesatuan demi terciptanya kestabilan keamanan, ketertiban dan kedamaian yang merupakan salah satu syarat untuk keberhasilan pembangunan bangsa ini ke depan,” pungkasnya.

Usai melaksanakan salat Ied, Wali Kota bersama rombongan menyerahkan beberapa ekor sapi kepada panitia penyembelihan hewan qurban di Masjid Agung As-Salam.
Selanjutnya diadakan halal bihalal di rumah pribadi Wali Kota di Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Sebelumnya panitia PHBI Kota Lubuklinggau menyampaikan, jumlah hewan qurban di Masjid Agung As-Salam tahun ini sebanyak tujuh ekor sapi an tiga ekor kambing. Rinciannya, H SN Prana Putra Sohe, H. Sulaiman Kohar dan HA Rahman Sani beserta keluarga besar berkorban satu ekor sapi.

Secara keseluruhan jumlah hewan qurban di Kota Lubuklinggau tahun ini adalah sapi 563 ekor dan kambing 434 ekor.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Sehari Sebelum Lebaran, Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu Per Kilogram

Sungai Musi Diserbu Pemancing