Tinjau: Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau saat meninjau ajang Festival B2SA Kota Lubuklinggau di Hotel Burza, Selasa (13/08/2019). Foto : Bayu Silmed
in

Linggau Timur I dan Linggau Barat I Berjaya di Ajang Festival B2SA

LUBUKLINGGAU, Silmed.id -Tim PKK dari delapan kecamatan dalam wilayah Kota Lubuklinggau bersaing ketat untuk menjadi yang terbaik dalam ajang Festival Pangan Lokal Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) 2019 yang digelar di Hotel Burza, Selasa (13/08/2019). Pemenang lomba tingkat kota ini nantinya akan mewakili Kota Lubuklinggau ke tingkat Provinsi Sumsel.

Hasilnya? Kecamatan Lubuklinggau Timur I menjadi yang terbaik untuk kategori Lunch Box. Sedangkan kategori produk olahan bahan pangan komersil diraih Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Atas keberhasilan itu, Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Lubuklinggau Barat I berhak mewakili Kota Lubuklinggau mengikuti ajang yang sama tingkat Provinsi Sumsel di Kota Palembang.

Dijelaskan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Lubuklinggau, Sumadi Supardji, Pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan terdiri dari karbohidrat, protein, vitamin dan mineral yang dikonsumsi dalam jumlah seimbang serta dapat memenuhi kecukupan gizi.

Selain untuk meningkatkan kesadaran orangtua dalam pemenuhan gizi bagi anak, Festival Pangan Lokal B2SA ini juga menjadi ajang peningkatan kreativitas serta melahirkan inovasi dalam pengolahan bahan pangan lokal.

“Tentu akan berdampak positif untuk meningkatkan ekonomi masyarakat hingga menciptakan lapangan kerja baru dengan adanya home industry melalui pengolahan bahan pangan lokal ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe yang diwakili Asisten II, M Rusli, dalam sambutannya mengatakan pemerintah turut berperan memperbaiki pola konsumsi masyarakat terhadap jenis pangan untuk pemenuhan gizi. Terlebih saat ini, isu stunting atau kasus gagal tumbuh akibat kekurangan gizi pada anak sedang mengemuka di Indonesia.

Diharapkan dengan dukungan dari pemerintah, kasus serupa tidak ditemukan pada balita di Kota Lubuklinggau.

“Selain stunting pada balita, pemenuhan nutrisi dan gizi juga harus diperhatikan bagi anak perempuan yang akan tumbuh menjadi seorang ibu nantinya,” ujar Rusli.

Bukan hanya kasus kekurangan gizi, pemerintah juga ikut andil dalam penanganan kelebihan gizi yang dapat menyebabkan penyakit obesitas.

“Oleh karena itu, pemahaman yang harus ditanamkan bagi masyarakat itu, pemenuhan gizi B2SA, gizi yang seimbang. Tidak kekurangan juga tidak berlebihan, karena keduanya bisa menyebabkan penyakit,” jelasnya.

Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj. Yetti Oktarina Prana mengaku bangga dengan para kader PKK di Kota Lubuklinggau, menurutnya PKK akan mampu mengentaskan permasalahan sosial di lingkup keluarga.

“Dengan event ini kami mengharpakan outputnya adalah para istri akan menjadi istri yang baik bagi suaminya dan ibu yang baik bagi anak-anaknya. Dengan berbagai inovasi ibu-ibu PKK ini menunjukkan kalau ibu-ibu di Kota Lubuklinggau akan siap dan mampu mengatasi permasalahan sosial di keluarganya masing-masing,” ujar Rina, sapaan akrab Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Nota Keuangan dan Raperda APBD-P 2019 Disahkan

Wali Kota Tawarkan LDII Gelar Munas di Lubuklinggau