Kabut asap diwilayah Trans Subur Kecamatan Muara Lakitan. Foto Dedi Silmed
in

Kualitas Udara di Mura Masih Sehat

MUSIRAWAS, Silmed.id – Setelah dilakukan pengujian udara ambien di Muara Beliti, udara di Kabupaten Musirawas masih masuk katagori sehat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Musirawas melakukan uji udara ambien di halaman kantor Bupati Mura. Hasilnya kualitas udara masih sesuai dengan standar baku mutu atau masih sehat.

“Untuk pengujian udara ambien dilakukan pertengahan September ini dan hasilnya sudah dilakukan uji lab,”jelas Kepala DLH Kabupaten Mura, Hermerrudin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PP-KLH), Endi Arfianto didampingi Kasi Pemantauan, Musdalianti saat diwawancarai wartawan, diruang kerjanya.

Ia menjelaskan, berdasarkan parameter pengujian seperti SO2, No2 dan CO masih dibawah indeks 50 dan masih dikategorikan sehat.

“Sesuai Kepmen LHK Nomor 45 tahun 1997 tentang indeks kualitas pencemaran udara untuk parameter 51-100 dikategorikan sedang, 101-199 tidak sehat, 200-299 sangat tidak sehat dan 300 lebih dikategorikan berbahaya. Namun kalau dibawah 50 berarti masih sehat,”terangnya.

Hanya saja, kendati hasil uji lab udara masih sehat. Namun, warga tetap diimbau menggunakan masker ketika beraktifitas diluar rumah dan mengurangi pembakaran. Sebab, pencemaran udara bisa saja terjadi akibat dampak kabut asap dari luar daerah seperti Merangin Jambi dan Riau.

“Untuk udara sifatnya bebas dan tidak bisa ditanggulangi dan hanya bisa diketahui kualitasnya melalui pengujian udara ambien setiap bulannya,”bebernya.

Sementara itu, Kepala Lab DLH Kabupaten Mura, Donan menjelaskan, tekanan udara trendnya dimalam hari jauh berbahaya dibandingkan siang hari ketika berlangsung kabut asap. Sehingga, bilamana kondisi asap sudah pekat maka pihaknya langsung turun untuk melakukan pemantauan dan pengujian. Namun, ia berharap kualitas udara Mura kedepan akan terus sehat dan berbahaya seperti ditahun 2015 lalu akibat dampak kabut asap yang terjadi.

“Kelemahan saat ini pengujian udara belum bisa stand by dalam 24 jam setiap harinya. Melainkan hanya bisa 24 jam selama satu bulan sekali dan itupun dilakukan disatu titik dan hasilnya bisa diketahui enam jam kedepan,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Video Kunker Kapolda Sumsel & Kabar Pembentukan Polres Muratara

TPU di Pendingan Terbakar