Surat rekomendasi yang beredar dan diduga ada pemalsuan tandatangan.
in

KONI Sumsel Minta Klarifikasi Atas Ikutnya Kontingen Muratara

Andrian: Saya Tidak Pernah Menandatangani Surat Apapun

MURATARA, Silmed.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel yang dipimpin langsung Dennie Zainal sebagai ketua meminta klarifikasi atas keikutsertaan kontingen Muratara pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-XII di Kota Prabumulih.

Hal ini disebabkan dengan kehadiran kontingen Muratara tersebut timbul kontoversi, karena diduga kuat tidak melalui mekanisme yang seharusnya.

Pihak KONI Sumsel bersedia mengakomodirnya karena adanya surat dari KONI Muratara yang di tandatangani oleh Andrian Fatursnyah sebagai Bendahara.

Kemudian, Ketua KONI provinsi meminta kepada staf KONI untuk menyerahkan copy surat dimaksud untuk sementara berupa photo dan fisik keabsahan keikutsertaan.

“Karena kuat dugaan, tandatangan ini telah dipalsukan dan Ketua KONI Sumsel meminta kepada kami untuk melakukan internal check agar tidak ada salah persepsi,” ungkap Ketua Harian KONI Muratara, Syapran Suprano.

Dirinya sudah mengecek langsung ke bendahara KONI Muratara, apakah menanda tangani surat rekomendasi tersebut.

“Dijawab oleh Andrian, bahwa ia tidak pernah menanda tangani apapun urusan ini. Kami jelaskan kepada KONI Provinsi bahwa di internal KONI Muratara disepakati bahwa surat keluar hanya diteken oleh ketua umum untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

Dengan bukti-bukti yang ada, KONI Sumsel menyimpulkan dan meminta KONI Muratara memberi penjelasan secara tertulis kepada KONI Provinsi dan panitia Porprov sebagai tembusan.

Setelah surat itu di terima maka KONI Provinsi akan mencoret kontingen Muratara sebagai peserta Porprov mengingat keberadaan kontingen dasarnya adalah rekomendasi KONI Muratara dan karena KONI Muratara tidak pernah mengeluarkannya (Bukti tertulis, copy tanda tangan Bendahara) yang diserahkan ke KONI provinsi.

Kontingen Muratara, cabang olahraga Pencak Silat, yang mengikuti Porprov XII.

“KONI Muratara menyanggupi untuk poin pertama. KONI Muratara meminta kepada KONI provinsi agar atlit yang sudah terlanjur datang untuk tetap dapat ikut perlombaan dalam kapasitas eksebisi agar mereka dapat mengukur hasil latihan mereka,” jelas Syapran.

Akan tetapi permintaan poin kedua KONI Muratara ini di jawab oleh Bidang Pertandingan bahwa permintaan KONI Muratara itu tidak dapat dilakukan, karena Porprov adalah ajang seleksi dan cabor yang dikirim itu adalah bukan cabor yang tidak di eksebisikan di ajang Porprov ini.

“Bidang pertandingan menyampaikan penolakan kepada KONI Muratara atas keputusan ini, namun mereka sangat respon dan respek kepada KONI Muratara atas permintaan tersebut, karena aturan tetap harus ditegakkan. Menyikapi pemalsuan tanda tangan ini KONI Muratara akan menentukan sikap kemudian apakah akan di teruskan ke ranah hukum atau cukup sampai di sini saja, menunggu perkembangan selanjutnya,” tegasnya.

Sementara itu berdasarkan penelusuran Silampari Media pada laman Facebook, masalah ini sudah ramai diperbincangkan sejak munculnya berita keberangkatan kontingen Muratara untuk mengikuti Porprov XII di Kota Prabumulih.

Sebuah akun atas nama Edwar Antoni merasakan keanehan dengan apa yang kini terjadi pada KONI Muratara.

“Kebijakan strategis seharusnya adalah ketua dan sekretaris, tapi anehnya dikeluarkan oleh bendahara,” tegasnya.

Sumber: koran-me.com

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Ayo Nikmati Promo Akhir Tahun Dari Bunda Dee’s Wedding Galery

Inti Ikan Salai Asapan Eriyanto Go SNI