in

Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau, Layani Berbagai Pengobatan Mata

LUBUKLINGGAU,Silmed.id –  Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau telah dibuka sejak 23 Maret 2020.  Klinik yang beralamat di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II ini merupakan cabang dari Rumah Sakit Umum (RSU) Sriwijaya Eye Center, Palembang.

Klinik tersebut melayani berbagai pelayanan kesehatan mata, yakni Bedah Refraktif ND YAG Laser, Bedah Katarak Canggih, LASIK (Afiliasi dengan RSU Sriwijaya Palembang), Medical dan Bedah Retina, Glaukoma Green Laser, Onkologi dan Bedah Plastik Mata, serta Infeksi-Imunologi.

Ada enam orang dokter spesialis mata yang akan melayani pasien di Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau, yaitu dr H.A.K Ansyori, SpM(K), M.Kes, MARS, PhD, DR. dr. Hj Fidalia, SpM(K), dr Riani Erna, SpM(K), dr Wini Putria Marindah, SpM, dr Hardianto, SpM, dr Tesha Ratnafury, SpM dan tiga konsultan.

Peralatan medis yang canggih yaitu A/B Scan USG dan Retinometri, Cornea Topography, Kampimetri, Ocular Coherence Tomography, Specular Microscope,. Ada juga alat diagnosis dasarnya seperti Unit Refraksi, Non Contact Tonometer, Autorepraktomer, Phoropter, dan Funduskopi.

Komisaris Utama Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau, dr. H. A.K. Ansyori, SpM (K),M.Kes.,MARS,PhD didampingi Direktur Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau, dr.Wini Putria Marindah, SpM menjelaskan tahun 2020 merupakan tahun pencanangan kesehatan mata dunia. Pencanangan ini muncul setelah melakukan pendataan di 15 provinsi oleh Perdemi dan Litbangkes di tahun 2015. Dari hasil tersebut ternyata angka kebutaan di Indonesia termasuk tinggi yakni 3 persen. Rata-rata dialami oleh orang-orang yang berusia di atas 50 tahun.

“Salah satu penyakit mata yang bisa menyebabkan kebutaan yakni katarak. Jika tidak dioperasi, mata akan mengalami kebutaan. Di Klinik Mata ini pasien dapat melakukan operasi katarak tanpa rasa sakit, tanpa jahitan, tidak ada darah,dan tidak disuntik. Karena menggunakan alat canggih, hanya butuh sekitar 10 menit, operasi katarak selesai dan pasien bisa langsung pulang,” ungkap Direktur Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau, dr.Wini Putria Marindah, SpM kepada Silampari Media, pada Senin (30/03/2020).

Semua penyakit mata bisa diatasi dan diobati. Jika membutuhkan tindakan lebih lanjut, pasien akan diafiliasi ke RSU Sriwijaya Palembang. Pemeriksaan sub spesialistik juga terdapat di sini.

Direktur Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau, dr.Wini Putria Marindah, SpM juga mengatakan sejak kali pertama buka klinik ini antusias dari masyarakat sudah lumayan banyak. Karena dengan adanya Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau, dapat memudahkan masyarakat menjangkau pelayanan kesehatan mata dengan standar kualitas terbaik, tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke Palembang mengingat usia, dana, dan waktu dan Klinik ini juga melayani Konsultasi Mata juga.

dr.Wini Putria Marindah sangat berharap ke depannya semoga Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau dapat membantu masyarakat banyak. Bukan hanya masyarakat Lubuklinggau saja tetapi juga mencakup kabupaten sekitar seperti Musirawas, Muratara, Empat Lawang, Curup, Sarolangun, dan wilayah lainnya. dr.Wini Putria Marindah menambahkan di Klinik Mata ini juga lagi promo 20% untuk jasa dokter dimulai 23 Maret – 1 April 2020.

“Insya Allah ke depannya kita akan bekerja sama dengan BPJS, sudah kita ajukan tapi belum ada Memorandum of Understanding (MoU) karena terkendala maraknya wabah Covid-19. Mohon doanya agar semua pasien bisa berobat di sini,” ungkapnya.

Bagi anda yang mempunyai keluhan penyakit mata bisa kunjungi langsung Klinik Utama Mata Silampari Sriwijaya Eye Center Lubuklinggau atau hubungi 0733-328-6255.

PENULIS : Putri Rianita
EDITOR : Dedi Ariyanto

Seluruh Wilayah Lubuklinggau Sudah Disemprot Disinfektan

1 April 2020, PT KAI Hentikan Sementara Operasional KA Sindang Marga