Sekretaris Jendral KNPI Kabupaten Muratara, Emil Gapur.
in

Kisah Para “Pembisik” di Lingkaran Kekuasaan

OPINI
Penulis : Emil Gapur (Sekretaris Jenderal KNPI Muratara)

 

Kemenangan memiliki ribuan bapak, namun saat kalah bahkan bapak maupun keluarga pun mungkin secara tegas tidak berada dipihak kita.

Kemenangan memang secara alamiah akan mengundang banyak orang untuk mendekat dengan harapan dapat, mencicipi kue Kekuasaan, sudah hukum alam demikian.

Apakah fenomena ‘ Pembisik’ ini terjadi dalam lingkaran kekuasaan di Kabupaten Musirawas Utara saat ini?

Sebagai sebuah lingkaran kekuasaan yang memiliki akses terhadap posisi-posisi strategis serta keuntungan finansial pada tingkat lokal, tentu tidak dapat menghindarkan diri dari para ‘pembisik’.

Fenomena ‘pembisik’ dapat dilihat pada momentum kegitan seremonial Kabupaten Muratara, terdapat person tertentu yang tidak memiliki kewenangan, tangung jawab serta Job Description secara legal structural.

Namun dalam prekteknya memiliki dominasi serta akses terhadap sistem kerja, maupun anggaran dalam sebuah kegiatan. Tidak susah untak melihat orang yang tidak berada pada wilayah wewenang namun ikut andil bahkan turut melakukan intervensi terhadap pengambilan keputusan Bupati.

Pada momen pelantikan 151 pejabat di Muratara baru-baru ini dilaksanakan, jika institusi-institusi resmi sebagaimana Baperjakat tidak berfungsi, maka pada titik ini lah sebenarnya pertimbangan dan Advis Bupati lebih dominan berpaling kepada ekstra-struktural.

Walaupun dalam kajian lain juga harus dipertanyakan, apakah memang ‘Pembisik’ itu memiliki kapabilitas untuk memberikan Advis dan pertimbangan atas sebuah kebijakan.

Apakah ‘Pembisik’ memanfaatkan Bupati atau justru sang Bupati yang memanfaatkannya?.

Ini politik Bung. Kita tak pernah akan tahu siapa yang memanfaatkan siapa?

Polisi Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat

Polusi Tinggi, Pelajar di Paksa Tetap Sekolah