in

Ketimpangan Siltap BPD dan Perangkat Desa Dikeluhkan

MUSIRAWAS,Silmed.id – Penghasilan tetap atau insentif, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lebih kecil bila dibandingkan dengan perangkat desa.

“Kalau tugasnya BPD cukup berat, karena harus menyampaikan aspirasi masyarakat serta mengawasi kinerja kades beserta perangkatnya,” kata RJ (35) salah satu anggota BPD di Musi Rawas, kepada Silampari Media, Jumat (21/02/2020).

Tapi bila Siltap atau insentif, selisihnya cukup jauh dibandingkan dengan perangkat desa. Tentunya ketimpangan ini membuat BPD makin tersisikan.

“BPD bukan pengelola anggaran, tapi kami yang diamanatkan UU dan masyarakat, untuk mengawasi kinerja Pemdes,” ungkapnya.

Maka dari, dirinya berharap kepada Bupati untuk mempertimbangkan Siltap BPD untuk dinaikan juga, sama halnya dengan perangkat desa.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Ahmadi Zulkarnain mengatakan, kenaikan perangkat desa sudah diatur oleh Peraturan Presiden (Perpres), gaji perangkat desa setara dengan gaji PNS golongan 2A.

“Dalam Perpres yang dinaikkan hanya perangkat desa, sedangkan BPD tidak diikutkan dalam kenaikan gaji. Cuma ada kebijakan bahwa BPD dinaikan sedikit,” kata Ahmadi Zulkarnain kepada Silampari Media, kemarin.

Memang sambung Ahmadi, sumber Siltap perangkat desa dan BPD dari Alokasi Dana Desa (ADD) tapi peraturannya dari pusat. Selain itu juga, memang belum ada pengajuan dari BPD untuk minta dinaikkan gajinya.

“Belum ada pengajuan baik dari personal maupun organisasi provesi BPD,” ujarnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Managemen Bukit Sulap Sangkal Pengakuan Dari RADARDAERAH.NET

Prekrutan Korsek Dituding Tidak Sesuai Prosedur