ilustrasi
in

Kesulitan Air Bersih, Warga Terpaksa Membeli

MUSI RAWAS, Silmed.id – Musim kemarau kali ini menjadi momok bagi warga SP3 Marga Baru atau Trans Subur, Kecamatan Muara Lakitan yang mengalmi kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sumber air yang ada di kawasan tersebut saat ini, sulit dijangkau warga. Kondisi tersebut memaksa warga membeli air bersih seharga Rp 5 ribu untuk satu jeriken dan Rp 750 ribu satu Tedmon.

“Disini tidak ada sungai, sumber air bersih selama ini hanya mengandalkan air dari PDAM dan sumur. Apalagi sudah sejak lama distribusi air PAM terhenti, kami tidak tahu pasti apa penyebabnya sedangkan sumur sudah kering, paling hanya dapat satu sampai dua ember,” terang Esi (45) warga setempat kepada Silampari Media, Minggu (25/8/2019).

Apabila masyarakat menginginkan air bersih maka harus membeli, harganya pun cukup mahal. Mudah-mudahan Esi berharap dalam waktu yang tidak lama lagi, distribusi air bersih dari PDAM dapat mengalir kembali seperti biasa.

“Saat ini harapan kami tinggal menunggu distribusi air dari PDAM, mudah-mudahan PAM segera mengalir. Sebab kami terpaksa mengeluarkan uang ekstra guna memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti untuk air minum,” jelasnya.

Terpisah, Kepala BLUDSPAM Musi Rawas, Agus Hilman mengatakan, memang PAM di wilayah SP3 Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan sudah lama tidak menyala, yang disebabkan kerusakan pada mesin intake.

“Musim kemarau intake PAM naik, sedangkan pompa tidak dimatikan. Karena pompanya tidak dimatikan sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran,”ucap Agus Hilman.

PENULIS : Dedi Ariyanto
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Peserta Lomba Mancing di Muara Lakitan Membludak

Lahan Samping Rumah Dinas Walikota Lubuklinggau Terbakar