Kebun ubi milik petani di Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Foto diabadikan, Selasa (3/9/2019). Rio Silmed
in

Kemarau Panjang, Petani Ubi Mengeluh

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Petani ubi di sejumlah wilayah di Kota Lubuklinggau mengeluhkan akibat musim kemarau yang berlangsung lama dan hujan yang tidak kunjung turun. Diakui para petani, akibat kemarau ini berdampak tidak hanya bagi para petani tanaman padi, tapi juga petani ubi.

Petani warga Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Mul (32), mengatakan musim kemarau yang berlangsung lama membuat tanaman ubi milikya pertumbuhannya menjadi lambat dan daunnya layu.

“Minimnya curah hujan yang turun, membuat tanaman ubi tak kunjung membesar dan daunnya layu,” ujarnya kepada Silampari Media, Selasa (3/9/2019).

Menurutnya, tanaman ubi di kebun miliknya belum pernah disirami air, baik air hujan maupun disiram dengan air PAM menggunakan selang. Akibatnya tanaman ubi menjadi layu, batang tidak kunjung membesar dan tanah mengering serta mulai retak.

Mul sangat menyayangkan sebab tidak turunnya hujan, pasalnya tanaman ubi tersebut sudah berumur tiga bulan dan kelihatan gemuk.

“Sangat disayangkan, padahal ubinya gemuk-gemuk tapi tidak pernah disirami hujan, kalau terus-terusan begini tanaman ubinya bisa layu dan mati,” ungkapanya.

Hal serupa diucapkan oleh Prayit (29) warga kelurahan Karya Bakti, dirinya sangat menyayangkan, karena tanaman ubi tersebut sudah berumur tiga bulan tapi belum pernah disirami hujan.

“Karena tidak pernah disiram hujan, jadinya selama tiga bulan tinggi batangnya tidak bertambah besar,” tukasnya.

PENULIS : Rio Rivaldo
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

5 Model Raih Juara Lomba Karnaval

Tengkuwin, Hiburan Legenda yang Masih Dipertahankan