in

Kelurahan Sumber Agung Gelar Sosialisasi IVA Test

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kesehatan yang layak bagi ibu dan wanita, Kelurahan Sumber Agung melalui TP PKK Kelurahan menggelar pembinaan dan pemberdayaan masyarakat tingkat kelurahan melalui sosialisasi IVA Test, Senin (28/10/2019).

Kegiatan dilangsungkan di Kantor Lurah Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Hadir sebagai pemateri Ketua TP-PKK Sumber Agung, Reni Hilpa, serta Bidan Utama Kelurahan Umi Marwati, Amd.

Menurut Reni, kegiatan ini sebagai bentuk edukasi terhadap kesehatan masyarakat khususnya wanita.

“Kami gelar sosialisasi ini sebagai bentuk kepedulian akan kesehatan wanita yang rentan terserang kanker serviks. IVA Test sendiri masih belum awam di tengah-tengah masyarakat, padahal tes ini merupakan langkah pencegahan untuk kanker serviks,” terang Reni.

Dalam sosialisasi yang berlangsung sedari sekitar pukul 13.00 WIB tersebut dijelaskan secara detail mengenai IVA Test.

“Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan kedua dalam deretan kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia. Deteksi dini kanker serviks lewat pemeriksaan IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat dianggap dapat membantu menyelamatkan banyak wanita karena relatif mudah dilakukan dan hasilnya cepat diperoleh,” ungkap Umi dalam pembahasan materinya.

Dijelaskan juga bahwa pemeriksaan IVA dilakukan dengan meneteskan asam asetat (asam cuka) pada permukaan mulut rahim. Teknik ini dinilai terjangkau, mudah, hanya memerlukan alat sederhana, dan hasilnya bisa langsung didapatkan.

Untuk melakukan tes ini, pasien dapat mengunjungi rumah sakit, klinik, atau puskesmas terdekat. Umi menjelaskan langkah-langkah nantinya saat akan dilakukan tes.

“Nanti ibu-ibu akan diminta berbaring dengan posisi kaki terbuka (litotomi). Dokter akan memasukkan alat bernama spekulum atau cocor bebek ke dalam vagina. Alat ini berfungsi menahan mulut vagina terbuka, sehingga leher dan mulut rahim dapat terlihat. Kemudian dokter akan mencelup gumpalan kapas bertangkai (mirip cotton bud) ke larutan asam asetat (asam cuka) kadar 3-5%,” terang seraya disambut jeritan dan tawa ibu-ibu yang hadir.

Setelah itu gumpalan kapas yang telah dibasahi oleh asam asetat akan dioleskan perlahan ke permukaan jaringan serviks. Dokter akan menunggu selama 1 menit untuk menilai reaksi yang muncul, biasanya berupa perubahan warna pada area serviks yang telah dioleskan asam asetat.

Lurah Sumber Agung, Garjito, menerangkan jika program tersebut merupakan salah satu bentuk realisasi dana kelurahan.

“Kami komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi warga kami, sehingga kami berikan informasi yang bermanfaat. Sehingga dana kelurahan ini akan benar-benar tersampaikan manfaatnya bagi masyarakat,” ungkap Garjito.

Masih menurutnya, acara sosialisasi akan dilanjutkan besok (Selasa/29 Oktober/2019) dengan mendatangkan petugas BNN sebagai narasumbernya.

“Untuk periode ini, kami fokuskan 70 persen kepada fisik, sehingga diharapkan ke depan kelurahan ini akan 100 persen terpenuhi sanitasinya. Sehingga tidak ada lagi yang bermasalah dengan irigasi, pemenuhan kebutuhan air, genangan air siring, dan jalan yang tidak layak,” sambung Garjito.

Dirinya dan seluruh staff serta masyarakat saat ini tengah fokus mensukseskan program “GURAMI”.

“GURAMI itu singkatan dari Gerakan Untuk Masyarakat Mandiri, kami akan prioritaskan program-program kelurahan yang berfokus menempa kemandirian masyarakat, sehingga kelurahan kami akan berdikari pada masa yang akan datang,” pungkas Garjito.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR   : Dedi Ariyanto

BMI RW Futsal Cup U-17 Berlangsung Sukses

Peringati Sumpah Pemuda, SMA N 03 Lubuklinggau Gelar Lomba Memasak Nasi Goreng