Warga Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, serius menyimak penyampaian materi dari Wakil Kepala BNN Kota Lubuklinggau, Apandi, saat acara sosialisasi penyalahgunaan narkoba di Kelurahan Sumber Agung, Selasa (29/10/2019). Foto : Bayu Silmed
in

Kelurahan Sumber Agung Adakan Sosialisasi Narkoba

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, bekerjasama dengan BNN Kota Lubuklinggau menggelar kegiatan sosialisasi penyalahgunaan narkoba yang bertajuk “Lawan Tuntas Narkoba,” pada Selasa (29/10/2019) di balai pertemuan Kelurahan Sumber Agung.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai organisasi kelurahan, seperti Karang Taruna, TP PKK, Posyandu, Ketua RT, hingga tokoh agama.

Acara ini dibuka oleh Lurah Sumber Agung, Garjito. Dalam sambutannya, Garjito mengajak masyarakat untuk menjauhi segala jenis narkotika dan obat-obatan terlarang karena akan merusak masa depan.

“Masyarakat terutama anak-anak mudanya adalah intelektual basis paling dasar yang dapat menjadi problem solved dari permasalahan bangsa harus dapat berpikir jernih. Tentunya kemampuan berpikir yang matang tidak akan pernah tercapai apabila kita mengkonsumsi narkoba,” ungkap Garjito.

Terutama status Sumber Agung yang terdapat area hiburan malam.

“Apalagi Sumber Agung ada daerah Lokalisasi, kita harus ekstra kerja keras untuk sama-sama menjaga saudara-saudara kita” ungkap Garjito.

Bertindak sebagai narasumber yaitu Wakil Kepala BNN Kota Lubuklinggau, Apandi. Dalam paparannya, Apandi menjelaskan tentang jaringan yang mengirim narkoba ke Indonesia, pentingnya tindakan rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkoba dan berbagai upaya preventif yang dapat dilakukan oleh masyarakat.

“BNN itu ada tiga pilar, yaitu yang pertama pencegahan, dilakukan dengan sosialisasi seperti ini dan penyuluhan-penyuluhan lainnya, kedua rehabilitasi, korban kecanduan narkoba yang berniat untuk bertaubat, dan ketiga pemberantasan, yakni mengincar dan memangkas habis jaringan-jaringan yang mengedarkan narkoba,” terang Apandi.

Apandi juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, jangan justru niat untuk membantu malah menjadi tersangka.

“Ada kasus orang dititipi bingkisan untuk diberikan kepada seseorang, dia tidak melihat dulu apa isinya, beberapa saat ia berjalan langsung digrebek oleh polisi. Ternyata paket tersebut adalah narkoba. Harus hati-hati, karena bandar setiap harinya memiliki cara-cara baru untuk mengedarkan barang haramnya,” tambah Apandi.

Kegiatan diikuti sedikitnya 20 peserta. Turut hadir bersama Apandi, Kasi Pencegahan BNN Lubuklinggau, Yupan Maradi. Rangkaian acara penyuluhan tersebut masih dalam tahapan realisasi dana kelurahan melalui peningkatan dan pemberdayaan masyarakat.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Pendamping PKH Tak Boleh Mencairkan Dana KPM

BBM Langka, Aliansi Pemuda MLM Demo di Depo Pertamina