AKSI. Nampak para demonstran berkumpul di GOR Petanang Selasa (23/07/2019) yang merupakan titik kumpul warga. Dijadwalkan warga akan mulai bergerak pukul 10.00 WIB. Foto: Bayu_Silmed
in

Kecewa Pemkot Berdamai Dengan Cikencreng, Warga Lakukan Aksi Ajukan 8 Tuntutan

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Masyarakat Kota Lubuklinggau khususnya di delapan Kelurahan, Tanjung Raya, Durian Rampak, Petanang Ulu, Petanang Ilir, Taba Baru, Belalau II, Sumber Agung, dan Belalau I, hari ini, Selasa (23/7/2019) menggelar aksi damai di Depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Lubuklinggau.

Warga nampak mulai memadati titik kumpul di GOR Petanang, Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I sejak Pukul 08.00 WIB.

Fran Sembiring selaku koordinator Aliansi Selamatkan Hak Rakyat (ASHAR) yang ikut mengkoordinir jalannya aksi damai menjelaskan jika aksi damai tersebut terkait dengan permasalahan eks lahan Cikencreng.

“Hari ini kami ingin menuntut keadilan, pemerintah harus menjelaskan segamblang-gamblangnya terkait permasalahan ini. Dengan adanya kesepakatan Pemkot Lubuklinggau dan Cikencreng benar-benar melukai hati rakyat. Ada apa ini? kenapa tiba-tiba mereka berdamai? ini yang kami pertanyakan,” jelas Fran kepada Silampari Media saat berada di titik kumpul.

Sementara salah satu warga di Kelurahan Petanang Ilir, Amir (45) juga mengungkapkan kekecewaannya.

“Kami benar-benar kecewa dengan pak Nanan (sapaan akrab walikota Lubuklinggau H. SN.Prana Putra Sohe) secara diam-diam melakukan perdamaian dengan Cikencreng. Malah untuk lahan katanya tidak ada ganti rugi sama sekali. Padahal kami milih pak Nanan kemarin, harapannya katanya untuk mensejahterakan rakyat, tapi malah seperti ini kejadiannya,” ungkap Amir.

Menurut Fran ada delapan tuntutan masyarakat yang mewakili delapan kelurahan yaitu:

1. Pemerintah Kota Lubuklinggau harus menjelaskan duduk perkara mengapa PT. Cikencreng masih berkuasa sementara HGU-nya telah habis per 31 Desember 2017 yang lalu.

2. Menunutut pemerintah untuk merealisasikan janji pemerintah pada perjanjian awal Tanggal 12 Maret 2018 yang sesumbar akan membela rakyat sampai titik darah penghabisan yang pada kenyataannya, saat ini masyarakat merasa terkhianati atas perjanjian kesepakatan bersama antara Pemkot Lubuklinggau dan PT. Cikencreng tanpa melibatkan warga.

3. Membatalkan kerjasama dan perdamaian antara Pihak PT. Cikencreng dan Pemerintah Kota Lubuklinggau pada hari Jum’at, 23 Oktober 2018 yang lalu yang diregistrasikan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau dengan Nomor: 40/PDT.G/2017/PN.LLG.

4. Menyepakati dan menyetujui untuk kembali kepada Perjanjian Tiga Pihak yang ditandatangani oleh Pemerintah Kota Lubuklinggau, Masyarakat, serta Anggota Legislatif yang ditandatangani pada Tanggal 12 Maret 2018.

5. Memberikan rekomendasi dan bantuan baik moriil maupun materiil kepada masyarakat Kota Lubuklinggau agar Badan Pertanahan Nasionl / Agraria dan Tata Ruang Kota Lubuklinggau menerbitkan Sertifikat Hak Milik Masyarakat yang telah menguasai dan menggarap tanah perkebunan karet eks Nasionale Industrie En Landbouw Maatschappijnhnv (Belanda) yang diambil alih oleh PT. Cikencreng, seperti halnya 750 Sertifikat Hak Milik yang telah diterbitkan oleh BPN sebelumnya.

6. Mendesak Pemerintah Kota Lubuklinggau agar merevisi Peraturan Daerah tentang Tata Ruang agar tanah eks HGU PT. Cikencreng dijadikan ruang publik dan fasilitas umum bagi masyarakat Kota Lubuklinggau;

7. Menyepakati adanya ganti materi atas kerugian yang dialami oleh para penggarap Eks Lahan PT. Cikencreng yang ditimbulkan akibat berlakunya Perda Tata Ruang yang baru (ganti materi atas kerugian didasarkan adanya ganti rugi yang diterima oleh para penggarap saat pembangunan sport centrepetanang dan gedung DPRD Kota Lubuklinggau)

8. Mendesak Pemerintah Kota Lubuklinggau bersama Kejaksaan Negeri Kota Lubuklinggau untuk melindungi hak-hak masyarakat terutama yang telah menggarap tanah HGU tersebut dari pendzoliman pihak swasta.

Saat ini pihak demonstran masih menunggu masa yang terus berdatangan untuk ikut bergabung. Mrnurut pantauan Silampari Media Saat ini sudah ada ratusan warga yang ikut bergabung di titik kumpul.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

Bocah 12 Tahun Dilaporkan Hilang Saat Mandi di Sungai Rawas

Massa Bergerak Menuju Gedung DPRD Kota Lubuklinggau