Darmawansyah alias Sudar atau Dar (25) warga Jalan Perintis RT 05 Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, diringkus aparat Polsek Lubuklinggau Utara karena melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan.
in

Kasus Penggelapan dalam Jabatan Mulai Marak Terjadi di Kota Lubuklinggau, Total Kerugian Capai Ratusan Juta

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Air susu dibalas air tuba. Peribahasa ini sepertinya layak untuk menggambarkan fenomena kejahatan yang marak terjadi di wilayah hokum Polres Lubuklinggau. Yakni penggelapan dalam jabatan.

PT Rezza Maju Mandiri yang berada di Jl. Mangga Besar RT 01 Kelurahan Kenanga, Kecamatan Lubuklinggau Utara II dikabarkan mengalami kerugian hingga ratusan juta lantaran kasus kejahatan yang dilakukan oleh karyawannya sendiri.

Menurut Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Horison Manik, pelaku biasanya sudah mempelajari celah untuk mencari keuntungan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

“Karena itu, tindakan penggelapan dalam jabatan ini dapat menyebabkan kerugian hingga ratusan juta,” ungkapnya, pada Jum’at (27/12/2019).

Seperti yang berhasil diungkap oleh unit reskrim Polsek Lubuklinggau Utara dipenghujung tahun 2019. Pelaku penggelapan dalam jabatan di sebuah perusahan ayam potong berhasil diringkus polisi. Dia karyawan yang baru 4 bulan terakhir sebagai sopir pengantar ayam broiler, yakni Darmawansyah alias Sudar atau Dar (25) warga Jalan Perintis RT 05 Kelurahan Jogoboyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

“Tersangka bersama ED (DPO) pada tanggal 14 Desember 2019 tanpa seizin pemiliknya telah menjual 4 ekor ayam potong senilai Rp 120ribu,” kata Kapolsek.

Selanjutnya pada 15 Desember 2019 sekitar pukul 01.00 WIB, menjual 2 boks yang berisi 20 ekor ayam broiler seharga Rp 450ribu kepada ES, dengan modus pada nota pembelian ditulis bahwa ayam-ayam tersebut mati dan alasan lainnya.

Merasa curiga, akhirnya Syamsul Bahrun melakukan pengecekan semua nota penjualan yang dijalankan oleh Sudar dan ED.

“Ternyata banyak nota penjualan yang tidak disetorkan kepada korban, sehingga apabila ditotal, korban menderita kehilangan ayam broiler sebanyak 600 ekor yang ditaksir sebesar Rp 108 juta,” terang Kapolsek.

Selanjutnya korban memerintahkan karyawan lainnya yakni Bambang (39) untuk melaporkan ke pihak yang berwajib yaitu Polsek Lubuklinggau Utara dengan nomor laporan polisi, LPB /166/XII/2019/SUMSEL /RES LLG/SEK LLG Utara, tanggal 26 Desember 2019.

Menindak lanjuti laporan tersebut, unit reskrim Polsek Lubuklinggau Utara melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Selanjutnya Kanit reskrim bersama anggota lainnya meringkus tersangka Sudar saat sedang berada di tempatnya bekerja, tanpa perlawanan,” tegas Kapolsek.

Setelah diinterogasi, tersangka mengakui perbuatannya tersebut dan dilakukan bersama ED. Guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut, tersangka ditahan di sel Mapolsek.

“Adapun barang bukti yang disita berupa nota-nota penjualan ayam broiler. Tersangka kami jerat dengan pasal 374 KUHPidana dan diancam dengan kurungan penjara paling lama 5 tahun,” tutup Kapolsek.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

1.196 Anggota BPD Dilantik Serentak Berlangsung Sukses

Diduga Nyabu, Dua Petani Desa YKB Dikerangkeng Polisi