in

Kadis Kominfo Ikuti Webinar Peran Aktif Pemerintah dalam Gernas Bangga Buatan Indonesia

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi didampingi Sekretaris Diskominfo, M Yasin Yunus mengikuti webinar dengan topik peran aktif pemerintah dalam Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) secara virtual, Selasa (23/6/2020) di Posko Induk GTPP Covid-19 di Kota Lubuklinggau.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung dan mendorong UMKM masuk ke platform digital melalui Gernas BBI yang dilaunching Presiden pada 14 Mei 2020 lalu.

Hal ini perlu adanya kerja sama berbagai pihak termasuk pemerintah, e-commerce dan pemangku kepentingan terkait guna menyukseskan gerakan nasional tersebut.

Materi disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menko Polhukam RI Mahfud MD, Menko Bidang Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato, serta Menteri Koperasi dan UMKM, Tenten Masduki.

Dalam paparannya, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan gernas ini melibatkan semua lapisan sehingga meningginya rasa kebangsaan untuk membeli produk dalam negeri, gerakan nasional bangga buatan Indonesia guna menggugah seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjaga kelangsungan ekonomi nasional dengan membeli produk dalam negeri.

Dia menambahkan soal pertumbuhan perekonomian, berdasarkan survei pengaruh pandemi bagi transformasi teknologi dari 14 Mei hingga 16 Juni 2020, terjadi tren positif Onboring UMKM disetiap daerah.

Sedangkan Mahfud MD menjelaskan mengenai strategi penyebaran informasi gerakan nasional bangga buatan Indonesia di dalam dan luar negeri.

Mahfud MD juga menyampaikan Industri dalam negeri seyogyanya mampu bersaing dengan produk impor, namun demikian, sektor industri membutuhkan kepercayaan tinggi dari masyarakat agar dapat terus berproduksi.

” Maka dari itu kita harus bisa bersaing dan menciptakan produk-produk karena sumber daya alam kita luar biasa,” ujarnya.

Mahfud MD menjelaskan dua target utama pemerintah yakni mendorong dua juta UMKM menggunakan plaftform digital dan mendorong masyarakat indonesia membeli produk-produk buatan sendiri.

Pemerintah lanjutnya melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi telah menyediakan 7.634 titik internet gratis agar masyarakat bisa memanfaatkan ruang digital secara positif dan juga termasuk dukungan untuk talenta digital yang diharapkan bisa mengantar masyarakat menuju digital society (masyarakat digital).

Sementara Tenten Masduki mengatakan sejauh ini UMKM telah menggunakan aplikasi digital seperti Toko Pedia, shoppe dan lain-lain.(rls)

Pasien Covid-19 yang Sembuh Bertambah 2 Orang

Apresiasi Insan Seni Terdampak Covid-19