Warga Desa Karya Teladan, saat berkonsultasi dengan pihak DPMD Musi Rawas, untuk mengadukan perihal Musdes yang tidak prosudural. Foto Dedi Silmed
in

Kades Pimpin Musdes, Warga Datangi DPMD

MUSIRAWAS, Silmed.id – Puluhan warga Desa Karya Teladan Kecamatan Muara Kelingi, mendatangi Kantor Dinas Pemberdayaan Pemerintah Desa (DPMD) Musi Rawas. Warga menduga adanya kejanggalan dalam tahapan kegiatan pengisian dan pemberhentian anggota BPD Karya Teladan.

“Ada enam point yang kami sampaikan ke Bupati Musi Rawas melalui DPMD, pertama Musdes diselegarakan oleh Kades dan Sekdes bukan dilaksanakan oleh BPD. Sedangkan dalam perbup nomor 85 tahun 2018, Musdes diselegarakan BPD dan difasilitasi oleh kepala desa. Jadi bukan kades yang menyelegarakan Mudes untuk pengisian dan pemberhentian BPD,” kata Buston warga Desa Karya Teladan, kepada Silampari Media, Selasa (10/09/2019).

Kedua sambung dia, hasil Musdes yang menentukan mekanisme pemilihan BPD dianggap tidak sah, sebab dalam Musdes tersebut tidak dilakukan voting, jadi tidak tahu berapa jumlah yang setujuh dengan pemilihan langsung ataupun keterwakilan, ketiga tidak ada ruang diskusi dalam musdes, kepanitian tidak sesuai dengan Perbup, sebab dalam kepanitian ada delapan orang perangkat desa sedangkan tiga orang lainnya unsur dari masyarakat.

Selanjutnya, tidak ada transparan atau sosialisasi dilakukan panitia kepada masyarakat, sebab warga yang hendak mencalonkan menjadi BPD tidak diberitahukan persyaratannya.

” Saya pikir pemdes dan panitia telah melakukan kesalahan prosedural sebagaimana diatur dalam perbup, kami menolak mekanisme pemilihan yang sudah ditetapkan karena tidak sesuai perbup,”paparnya.

Terpisah, Kabid Pemdes DPMD Musi Rawas Rian Pratama menyampaikan, terkait pengaduan dari warga Desa Karya Teladan, pihaknya akan berkoordinasi dengan camat untuk mengetahui kejelasan permasalahannya.

“Kita sudah ada landasan dalam pemilihan BPD, makanya jangan sampai melenceng dari perbup,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Meski Mengandung Formalin, Anggur Impor Asal China Boleh Dijual

Di Waktu Hampir Bersamaan, Dua Kebakaran Lahan Kembali Satroni Lubuklinggau