Anev Kamtibmas 2019 yang dilaksanakan di aula Bag Ops Polres Lubuklinggau, Senin (30/12/2019).
in

Jumlah PTP Tahun 2019 Alami Kenaikan

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Penyelesaian tindak pidana (PTP) di Polres Lubuklinggau sepanjang tahun 2019 mengalami kenaikan dibandingkan 2018.

Pernyataan ini disampaikan Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono saat melakukan Anev (analisa dan evaluasi) Kamtibmas 2019 di aula Bag Ops, Senin (30/12/2019) siang.

“Tahun 2018 lalu PTP sebanyak 601, untuk tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi 620 kasus,” kata Kapolres.

Dilanjutkannya, dari 594 kasus di 2019 berhasil diselesaikan ditambah 26 perkara dari tahun sebelumnya

Sementara jumlah tindak pidana (JTP) yang masuk sepanjang 2019 terdapat tren penurunan jika dibandingkan tahun 2018 lalu. JTP di 2019 sejumlah 594 kasus. Sementara 2018 kami menerima 743 kasus.

“Adapun kasus Curas, Curat dan Curanmor (3C) serta narkoba, menjadi perhatian utama kami sejak awal saya menjabat, disamping beberapa tindak pidana lainnya yang tak kalah penting,” tegas AKBP Dwi Hartono.

JTP kasus Curat sepanjang 2019, sejumlah 104 kasus dengan PTP 161 kasus termasuk beberapa kasus di 2018 lalu. Sementara JTP kasus Curas di 2019 sejumlah 52 kasus dan tuntas 68 kasus. Sedangkan Curanmor, ada 60 JTP dengan 52 PTP di 2019.

“Selanjutnya, kasus penganiayaan berat (anirat), terdapat 72 kasus di 2019 dengan penyelesaian mencapai 76 kasus. Kemudian kasus pembunuhan baik JTP maupun PTPnya ada tujuh kasus, sebab terungkap semua di 2019 ini,” beber Dwi.

Kemudian kasus narkoba, sejak Januari hingga Desember 2019, seluruh JTP yang berjumlah 92 kasus, dapat dituntaskan. Adapun jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 129 orang pria dan delapan wanita. Sementara pada 2018 lalu, 99 pria dan 11 wanita terpaksa diamankan terkait kasus narkoba.

“Untuk barang bukti narkoba yang disita, yakni 607,013 gram sabu, 26,5 butir ekstasi dan 27,4 gram ganja. Sementara di 2018, disita 362,51 gram sabu, 190,09 butir ekstasi serta 247,02 gram ganja,” terangnya.

Kapolres juga memaparkan bahwa terdapat tren peningkatan dalam kasus Lakalantas yang terjadi sepanjang 2019 dengan jumlah 43 kasus, sementara 30 kasus terjadi di tahun 2018. Dari 43 kasus tersebut, terdata 28 orang meninggal dunia (MD), 13 orang luka berat (LB) dan 22 lainnya luka ringan (LR) dengan total kerugian mencapai Rp308 juta 590 ribu.

“Satu kasus statusnya sudah P21, 39 kasus kami berikan surat penghentian penyidikan perkara (SP3), dua kasus proses lidik dan satu kasus lainnya masih dalam penyidikan (sidik),” ulas AKBP Dwi.

Sebelum mengakhiri paparan, Kapolres mengatakan, guna menekan angka kriminalitas di tahun 2020 mendatang, pihaknya bakal melanjutkan sembilan program unggulan Polres Lubuklinggau. Termasuk kegiatan Jumat sedekah dan safari subuh dari tingkat Polres hingga Polsek dengan harapan, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap seluruh jajaran Polres Lubuklinggau.

Untuk diketahui, turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Lubuklinggau, H Sulaiman Kohar beserta jajaran, Dandim 0406 MLM, Letkol Inf M A’an Setyawan, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Hj Mimi, Kepala BNN Lubuklinggau, AKBP Himawan.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Rumah Perwira Polisi Disatroni Perampok

IPPSA Launching Program SAP