Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono saat menjadi pemimpin upacara di SMKN 3 Lubuklinggau, Senin (7/10/2019).
in

Jajaran Polres Lubuklinggau Serentak Jadi Pemimpin Upacara di 8 Sekolah

Donni : Kalau Bisa Lebih Digiatkan Lagi

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Dalam rangka Police Goes to School, sejumlah perwira Polres Lubuklinggau serentak menjadi pemimpin upacara di 8 sekolah, Senin (7/10/2019). Sejumlah perwira terdiri dari Kapolres, Kabag, Kasat dan Kapolsek di jajaran Polres Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono menjadi pemimpin upacara di SMKN 3, untuk Kabag Sumda, Kompol Edwartu di SMKN 1, Kasat Lantas AKP Imanuhadi di SMAN 1, Kasat Sabhara AKP Ali di SMAN 5. Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Suryadi di SMA Xaverius, Kapolsek Lubuklinggau Timur AKP Diaz di SMAN 2, Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Manik di SMAN 3, Kapolsek Lubuklinggau Selatan Iptu Amiruddin di SMAN 6.

Dihadapan 1.197 pelajar SMKN 3 yang berlokasi di Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I pada intinya Kapolres menyampaikan 5 point penekanan yaitu Pelajar jangan dijadikan alat politik, jangan diprovokasi untuk mengikuti unjuk rasa, Pelajar harus dijaga dan diawasi dengan dampak bahaya narkoba.

“Pelajar harus senantiasa patuh hukum salah satunya tidak terjebak dalam penyebaran berita hoax sebagaimana UU No 19 tahun 2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dan yang terakhir Pelajar terus dimotivasi untuk mencapai cita-citanya sesuai minat dan bakat masing-masing,” kata Kapolres.

Ia juga mengajak pelajar untuk tertib dan patuhi aturan hukum yang berlaku di Negara Indonesia, tidak ikut-ikutan ajakan unjuk rasa yang bersifat anarkis.

Diceritakan Kapolres, pada saat unjuk rasa damai yang dilakukan pada Senin (30/9/2019) lalu oleh aliansi Mahasiswa se Kota Lubuklinggau di gedung DPRD Kota Lubuklinggau yang menuntut perubahan RUKUHP dan RUKPK, dirinya melihat adanya oknum pelajar SMK yang masih menggunakan pakaian sekolah, hendak ikut dalam aksi tersebut.

“Untuk apa, mereka masih di bawah umur, sangat rentan provokasi. Coba tanya kepada anak SMK, apa tujuan demo, mereka tidak mengerti. Hanya ikut-ikutan, ingin menunjukan eksistensinya saja, jelas ini salah,” tegas Kapolres.

Dilanjutkannya, sudah menjadi tugas kita bersama mengawasi pelajar, mereka generasi penerus kita, dari sekian ribu ini, potensi menjadi Pemimpin masa depan ada di mereka.

“Jadi kita harus terus bergerak bersama memberikan pendidikan baik formal maupun informal kepada Pelajar, tidak hanya Polisi, semua lembaga negara, hal ini guna terwujudnya SDM yang unggul untuk kemajuan Indonesia” jelas Kapolres.

Kepala SMK 3 Lubuklinggau, Dr. Donni Pestalozi M.Pd.

Sementara itu Kepala SMKN 3 Lubuklinggau, Dr. Donni Pestalozi, M.Pd secara esklusif kepada Silampari Media membenarkan bahwa Kapolres Lubuklinggau menjadi pemimpin upacara.

Intinya pembinaan kepada siswa. Titik penekanannya lebih kepada dinamika kondisi terkini yang dapat mempengaruhi stabilitas politik, misalnya demo dimana pada aksi tersebut terlihat juga banyak anak SMA yang ikut berunjukrasa. Selain itu menyampaikan pemanfaataan IT yang tidak sesuai dengan aturan seperti hoax dan pornografi, bahkan ancamannya sampai enam tahun penjara. Terakhir adalah dampak bahaya Narkoba.

“Khusus kaitannya dengan demonstrasi, Kapolres juga menghimbau kepada siswa untuk tidak ikut-ikutan, sebab siswa tidak ada koordinatornya dan mereka tidak mendapatkan izin. Selain itu melanggar tata tertib sekolah, dimana seharusnya para siswa tersebut mengikuti KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah,” terang Donni.

Untuk pelanggaran IT, seperti misalnya ujaran kebencian, peredaran video porno, penyebaran berita hoax dan lain sebagainya. Intinya kepada para siswa untuk kedepannya mampau menimbang manfaat dan mudarat suatu tindakan.

“Selaku Kepala Sekolah saya sangat mendukung sekali keterlibatan Polres dalam pembinaan kepada pelajar, kalau bisa lebih digiatkan lagi seperti satu kali dalam sebulan,” tutupnya.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Ini Jadwal UN SMP dan SMA se-Derajat Tahun Ajaran 2019/2020

Bupati Serahkan SK Kepada 8 Pelaksana Tugas Kepala Dinas