in

Inti Ikan Salai Asapan Eriyanto Go SNI

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Raut bahagia nampak di wajah Eriyyanto (38), owner Inti Ikan Salai Asapan yang beralamat di RT 02, Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Pria kreatif tersebut, baru saja mendapatkan penghargaan Wirausaha baru Inovatif dari Gubernur Sumatera Selatan.

Menurut Eriyanto, meski awalnya tidak menduga, namun ia semakin optimis dengan adanya penghargaan tersebut, jalan untuk mendapatkan label Standar Nasional Indonesia (SNI) terbuka lebar.

“Awalnya tidak tahu kalau UKM kami yang menjadi wakil Lubuklinggau. Dua bulan yang lalu tim penilai dari Provinsi berkunjung untuk melihat tempat kami. Setelah itu ya sudah jalani hari seperti biasanya. Nah tiba-tiba surat undangan untuk menghadiri acara tersebut datang dan kami menjadi satu-satunya wakil Lubuklinggau,” ungkap Eriyanto saat ditemui Silmed.id, Sabtu (16/11/2019) setelah dirinya pulang dari Palembang satu hari sebelumnya.

Kegiatan Pelepasan Calon Wirausaha Baru Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2019, mengusung tema Usaha Inovatif yang mengikuti alur produksi searah menuju Standart SNI ini, menjadi ajang pembuktian UKM lokal yang akan mampu bersaing ditingkat nasional.

Kegiatanmerupakan malam penganugerahan dilangsungkan pada Rabu-Kamis (06-07/11/2019), satu minggu setelahnya (13-14/11/2019) merupakan tahap kelengkapan administrasi wirausaha baru, untuk ditandingkan di tingkat Nasional serta ramah tamah bersama Gubernur dan Ketua TP PKK Sumatera Selatan.

“Bantuan kedepannya Tahun 2020, UKM kami akan masuk ke Program Sidakarya, insya allah sampai ke wirakarya nasional,” sambung Eriyanto.

Perlu diketahui jika ide ikan salai milik Eriyanto ini berawal dari bekal pengetahuannya yang didapat selama menimba ilmu di Jurusan Teknik Kimia IST Akprind, Yogyakarta. Pada akhir tahun 2015 lalu, Eriyanto mencoba membuat alat pengolahan ikan salai. Di kediamannya ia merakit alat pembuat ikan salai berbentuk kontainer dengan ukuran lebar 1,2 meter, tinggi 1,8 meter dan panjang sekitar 4 meter.

Alat yang dibuatnya ini memiliki kapasitas muat 300 kilogram ikan. Setelah proses pembuatan selesai, alat yang dirakitnya lalu langsung diujicobakan untuk menyalai ikan dan sukses.

Produk Eriyanyo sendiri telah beberapa kali mengikuti ajang pameran UKM dan menjadi andalan stand Kota Lubuklinggau.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR   : Dedi Ariyanto

KONI Sumsel Minta Klarifikasi Atas Ikutnya Kontingen Muratara

Pedagang Nakal Harus Diberikan Efek Jera