ilustrasi
in

Inilah 11 Desa Tertinggal di Musi Rawas

MUSI RAWAS, Silmed.id – Sebanyak 11 desa di Musi Rawas, berstatus tertinggal versi Badan Pusat Statistik (BPS), hal itu disebabkan masih minimnya indeks pembangunan desa.
“Kami hanya mendata melalui pendataan potensi Desa (Podes). Sedangkan, untuk menentukan status Desa tersebut dari Bappenas,”jelas Kepala BPS Aldianda Maisal didampingi Kasi Statistik Sosial, M Aniq Novianto kepada Silampari Media, Kamis (25/7/2019).
Menurut dia, untuk klasifikasi Desa yang berstatus Tertinggal ada 11 desa diantaranya Kecamatan Selangit 3 Desa yakni Taba Remanik, Prabu Menang, Napal Melintang, di TPK (Tiang Pmpung Kepungut) Desa Kebur, Kecamatan BTS (Bulang Tengah Suku) Ulu 4 Desa terdiri dari Kembang Tanjung, Gunung Kembang Baru, Sungai Naik dan Lubuk Pauh, Kecamatan Muara Lakitan 3 Desa Tri Anggun Jaya, Mukti Karya, Semangus Lama.
“Kalau Desa Berkembang ada 172 Desa dan Desa Mandiri 3 Desa yakni F Trikoyo dan Mataram Kecamatan Tugumulyo serta Desa Muara Beliti Baru Kecamatan Muara Beliti,”terangnya.
Menurutnya, untuk menentukan klasifikasi baik tertinggal, berkembang dan mandiri dilihat dari indeks pembangunan Desa.

“Jika nilainya kurang dari 50 dikategorikan Desa tertinggal. Sedangkan, 50-75 Desa berstatus berkembang serta terakhir 75 keatas mandiri,”bebernya.

Selain itu, dalam menentukan indeks pembangunan Desa didasari infrastruktur dasar mulai pelayanan dasar yakni pendidikan dan kesehatan, kondisi infrastruktur, sektor ekonomi terdiri dari persediaan pertokohan, restoran, hotel, bank, energi listrik, kondisi penerangan jalan dan air bersih, sanitasi, komunikasi dan informasi ketersediaan signal.
“Disamping itu ada juga sektor transportasi yakni sarana kondisi jalan dan ketersediaan angkutan, akses waktu tempuh, biaya transportasi, pelayanan umum yakni kesehatan masyarakat yakni KLB dan gizi buruk serta terakhir penyelenggaraan pemerintahan,”paparnya.
Terlepas dari itu, dalam mengentaskan status Desa tertinggal tersebut dalam penyusunan APBDes penggunaan Dana Desa (DD) dilakukan pendampingan agar pembangunan Desa dapat sesuai skala prioritas. Sedangkan, untuk pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar dapat diusulkan ke Pemkab Mura. Sebab, infrastruktur yang memadai sangat berpengaruh terhadap perkembangan Desa.
“Koordinasi dan kerja sama dengan pemerintah pusat khususnya Kementrian Desa dapat ditingkatkan dalam pendampingan program pengentasan Desa tertinggal dan menjadikan Desa tertinggal tersebut sebagai fokus pembangunan infrastruktur,”pungkasnya.
PENULIS : Dedi Ariyanto
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Tim Pemkab Tinjau Lokasi Pembangunan Jalan

Siswi Sekolah ini Juara Satu Matematika se Kabupaten Musi Rawas