Salah satu kejadian Karhutla di Desa Sembatu Jaya, kini warga berjaga-jaga untuk menghindari adanya Karhutla. Foto Dedi Silmed
in

Hindari Karhutla, Warga Jaga Kebun 24 Jam

MUSIRAWAS, Silmed.id – Kemarau yang cukup lama membuat bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) marak terjadi, untuk mengantisipasi terjadi Karhutla warga di Kecamatan BTS Ulu melakukan penjagaan di kebun selama 24 jam.

“Sudah banyak kebun milik warga terbakar, cara yang jitu agar kebun tidak terbakar maka harus dijaga selama 24 jam, karena kalau sudah terbakar maka tanaman akan habis,”kata Faisal (38) warga Desa Sembatu Jaya, Kecamatan BTS Ulu kepada Silampari Media, Rabu (18/09/2019).

Menurut Faisal, tudingan yang selama ini dilontarkan kepada petani, bahwa kebakaran yang kerap terjadi karena adanya pembukaan lahan perkebunan yang baru oleh petani, tidak semuanya benar, karena kebakaran yang terjadi saat ini disebabkan adanya kebakaran di tempat lain.

“Jika ada kebakaran lahan atau kebun ditempat lain, maka dapat merabat ke kebun milik warga, bukan hanya itu, kembang api yang terbang dari kebakaran dapat membuat kebakaran kebun dan lahan. Makanya di Desa Sembatu Jaya sudah banyak kebun milik warga terbakar, sekarang ini kami sedang berjaga-jaga selama 24 jam,”ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan Dodi (39) warga Desa Lubuk Pauh, bahwa sekarang ini kegiatan menjaga kebun dari api sudah menjadi rutinitas. Karena jika sudah terbakar maka kebun akan rusak bahkan kebun tidak dapat menghasilkan lagi.

“Saya sekarang sedang berjaga-jaga di kebun, jangan sampai terjadi kebakaran di kebun saya ini, sebab tahun lalu sudah pernah terbakar, akibatnya separuh kebun sudah tidak menghasilkan lagi,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

BPBD dan PMI Bagikan 800 Masker

Lubuklinggau Kekurangan Guru PAI