in

Heboh, Beredar Foto Hoax Pelaku Pejambretan Ditangkap

Kapolres : Penyebar Bisa Diancam 6 Tahun Penjara

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Akhir-akhir ini, masyarakat Lubuklinggau diramaikan lagi dengan beredarnya foto penangkapan dua pelaku penjambretan yang menyebabkan Eli Heriana tewas.

Nampak dari foto tersebut, seorang laki-laki menggunakan kaos berwarna biru dan laki-laki lainnya bertelanjang dada. Kedua pelaku yang diapit anggota kepolisian tersebut sembari menunjukkan tas berwarna putih garis-garis dari hasil penjambretan.

Saat Silampari Media telusuri lebih lanjut mengenai kebenaran foto tersebut, ternyata benar saja merupakan foto hoax.

Foto tersebut merupakan hasil screenshot dari satu video youtube yang diberi judul “2 Pejambret Di Lubuklinggau Babak Belur Dihakimi Warga”. Sedangkan video tersebut telah diproduksi pada 2 September 2016.

Foto selengkapnya silahkan lihat dibawah ini.

Ironisnya, ditengah penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian tentang kejelasan hukum kematian Eli Heriana, ada saja ulah oknum yang sengaja menyebar foto-foto tersebut. Entah apa motif mereka, dari hanya sekedar mencari sensasi atau memang sengaja melanggar hukum yang ada.

Beberapa postingan warganet di facebook, terlihat dengan jelas menyandingkan foto Eli Heriana dan foto dua pelaku penjambretan yang hoax. Dampaknya, berita dan foto hoax itu cepat beredar serta menjadi pusat pembicaraan warganet yang langsung percaya akan berita tersebut.

Menanggapi berita ini, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono saat dihubungi mengatakan, masyarakat seharusnya tidak langsung percaya begitu saja dengan beredarnya informasi yang tidak jelas bersumber darimana.

“Terkait berita hoax, pastikan dulu berita tersebut benar atau tidak, kalau belum pasti betul jangan disebarkan dulu, jangan dishare dulu. Pastikan sumber beritanya yang jelas bukan hoax, ini dapat menyebabkan hal-hal yang tidak baik,” terang dia.

Saat ditanya, apakah dengan memposting berita atau foto yang belum jelas sumbernya dapat dikatakan melanggar UU ITE. Kapolres menjawab, iya.

“Kalau ada yang melaporkan dan dirugikan bisa. Karena UU ITE nomor 19 tahun 2016 mengatur hal tersebut. Ancaman pidananya maksimal 6 tahun penjara,” tegasnya.

Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam berkendaraan bermotor.

“Taati peraturan berlalu lintas, kemudian juga harus hati-hati saat berkendaraan. Jangan membawa barang-barang mewah yang dapat mencuri perhatian pelaku tindak pidana,” himbaunya diakhir pembicaraan.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Tiga Balon Bupati Ngambil Formulir

Wow… Perjalanan H. Alfirmansyah Menuju ‘BG 1 Muratara’ Makin Serius