Sejumlah orang tua siswa yang menghantarkan anaknya ke sekolah untuk pertama kalinya. Foto : Hengki Silmed
in

Hari Pertama Sekolah, Banyak Siswa Diantar Orang Tua

PLS Harus Mendidik dan Edukatif

MURATARA, Sil Med – Para orang tua berbondong mengantarkan anaknya ke sekolah sebagai pertanda dimulainya tahun ajaran baru 2019/2020 sesuai kalender pendidikan.  Baik siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Senin (15/7/2019).

Seperti terpantuau di SD Negeri 1, 3 dan 4 Desa Lawang Agung, serta SMP Negeri 1 Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), siswa baru yang masuk langsung di antar para orang tua. Sesampai di depan gerbang mereka di sambut para guru.

Selanjutnya, di hari pertama itu juga siswa baru dan kakak kelas langsung menuju tempat upacara. Mereka akan melakukan upacara bendera pertama kali di sekolah pada tahun ajaran baru.

Setelah hari pertama siswa masuk hingga beberapa hari ke depan sekolah terutama SMP, SMA dan SMK akan melakukan pekan atau masa orientasi sekolah (MOS) atau Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Kegiatan PLS harus bersifat mendidik dan edukatif serta bebas dari perplonconan atau kekerasan.

Pelaksanaan PLS harus sesuai dengan Permendikbud No 19 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dan Siswa Bru dalam mengadakan acara pengenalan lingkungan sekolah. PLS harus diinisiasi oleh pamong guru dan kepala sekolah. Artinya para senior tidak bisa menginisasi pelaksanaan PLS untuk siswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan Muratara Sukamto melalui Kabid Dikdas Abdul Kadir mengatakan masalah zona tidak ada permasalahan untuk zona pembagian siswa baru.

Ia menjelaskan, hari ini semestinya seluruh pengawas menitoring ke sekolah sesuai dengan bagian masing masing, guna memantau guru dan siswa baru.

“Kehadiran guru penting. Karena untuk menyambut siswa baru,”ungkapnya, kepada Silampari Media Senin (15/7/2019).

Abdul Kadir berpesan kepada para guru dan OSIS pada saat PLS sifatnya mendidik.

“Pengenalan boleh saja, kegiatan yang sifatnya mendidik dan tidak berlebihan. Misalkan hal-hal yang merugikan anak, mengunakan dana tertentu, itu melanggar aturan,”tutupnya.

PENULIS : Hengki Pransis

EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Akses Musi Rawas – Muratara ‘Hujan’ Debu

Jelang Pemilihan BPD, Pengunjung Kantor Disdukcapil Membludak, Ini Alasannya…