Salah satu Pengepul getah karet di Kota Lubuklinggau. Foto : Alex Silmed
in

Harga Karet Turun Drastis, Ini Penyebabnya

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Harga karet tingkat petani saat ini turun drastis dan masih terbilang rendah dibandingkan harga beberapa tahun lalu, seperti di kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, harga karet dengan kualitas bagus dibeli dengan harga Rp8.000 per kg.

Pengepul getah karet, Amzung membenarkan bahwa saat ini harga karet kembali turun, namun dirinya masih menyanggupi membeli karet dengan harga tinggi apabila kualitasnya bagus dan baik.

Menurutnya, harga karet sadapan satu bulan Rp8000/kg, karet sadapan harian dan mingguan Rp5000/kg sampai denga Rp6000/kg.

“Harga getah karet masih bervariasi, harga karet harian nilai sebesar Rp6000/kg, sedangkan harga karet bulanan jika bagus kita banderol Rp8000/kg itu pun jika tidak ada tetelan dan lain-lain,” katanya kepada Silampari Media, Rabu (7/8/2019).

Dijelaskannya, rata-rata petani yang menjual getah mingguan kualitasnya kurang bagus, sebab dicampur tatal dan tidak jarang campur tanah dan sagu.

“Karena kualitasnya kurang bagus itulah makanya kami tidak berani beli dengan harga tinggi, tetapi kalau kualitas baik dan kondisi getah bersih kami masih sanggup beli diatas harga Rp 8.000/kg,” jelas Amzung.

Amzung mengakui menjual getah karet hasul pembelian dari petani, itu ke pabrik yang berada di Kabupaten Musi Rawas, yakni PT Silo Remayu.

Holman, salah seorang petani karet mengakui kesulitan untuk menjual getah karet dengan kualitas bagus, atau getah sdapan bulanan.

“Jangankan menjual getah karet bulanan, sedangkan getah karet mingguan saja tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Makanya kami hanya bias menjual karet harian dengan harga sangat murah yakni Rp5000 sampai Ro6000 per kilonya,” ungkap Holman.

PENULIS : Alexander
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Polisi dan Damkar Berjibaku Padamkan kebakaran Lahan

Empat Hari Jelang Lebaran Penjualan Kelapa Alami Peningkatan