Tiga pengamen ketika berada di runag Tirta Pengadilan Negeri Klas IB Lubuklinggau, Selasa (18/9/2019). Foto : Aulia Silmed
in ,

Hakim Vonis Tiga Pengamen Denda Rp50 Ribu atau Masuk Penjara

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas IB Lubuklinggau, Yopi Wijaya menjatuhkan vonis berupa denda Rp50 ribu subsider 1 hari kurungan penjara kepada tiga orang pengamen karena terbukti melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Lubuklinggau, Rabu (18/9/2019).

Ketiganya yakni, AR (16) dan DN (15) serta Hendri (24) warga Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau TImur II, yang diamankan di bawah jembatan penyebrangan tepatnya di depan salah satu toko, sekitar pukul 08.00 WIB oleh Patroli Tim Rajawali Polres Lubuklinggau dan Museum Subkoss Garuda Sriwijaya.

Menurut Hakim tunggal yang didampingi Panitera Pengganti (PP) Helni, vonis yang dijatuhkan kepada mereka, karena mereka telah melanggar Perda Lubuklinggau nomor 15 tahun 2017 tentang pembinaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis dengan hukuman kurungan penjara paling lama tiga bulan dan denda maksimal Rp50 juta.

Silampari Media yang mengikuti jalannya sidang di ruang Tirta secara esklusif diketahui ketiganya mengakui kesalahannya yang telah meresahkan masyarakat dan mereka berjanji tidak akan mengulanginya kembali.

Hendri (24) salah satu dari tiga orang pengamen saat mendengarkan putusan dari Hakim Tunggal PN Klas IB Lubuklinggau, Rabu (18/9/201). Foto : Aulia Silmed

“Tujuan vonis yang dijatuhkan ini agar masyarakat luas mengetahuinya dan menjadikannya pembelajaran,” ucap Yopi Wijaya.

“Karena terbukti bersalah, maka dengan ini dijatuhi denda sebesar Rp50 ribu, apabila tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan penjara selama satu hari,” sambungnya.

Selain itu hakim kelahiran Palembang tahun 1980 itu berpesan kepada ketiganya, bahwa setelah ini masih ada kewajiban yang harus mereka penuhi, yaitu kewajiban moral.

“Mereka mempunyai kewajiban secara moral untuk menyampaikannya secara luas, atau paling tidak kepada sesama teman-temannya,” tukasnya.

Atas vonis itu, ketiga pengamen ini memilih untuk membayar denda yang telah ditetapkan daripada harus menjalani hukuman kurungan penjara selama satu hari di sel.

“Biarlah saya membayar denda daripada harus dipenjara,” kata AR kepada Silampari Media, seusai menjalani siding sembari menggendong gitar ukulele kesayangannya.

Menurutnya bukan masalah dipenjaranya itu, namun dari cerita yang didengarnya selama ini, bahwa penjara itu menyeramkan dan apabila ada tahanan baru, terlebih dahulu dipukuli.

“Daripada dipukuli dan makan nasi yang tidak enak,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui Tim Rajawali Polres Lubuklinggau yang dipimpin oleh KBO, IPTU Aris dan Kanit Patroli, IPDA Zulkarnain mendapatkan informasi bahwa tindakan yang telah dilakukan para pengamen cukup meresahkan.

“Atas laporan itulah kami melaksanakan patroli, dan hasilnya berhasil diamankan satu orang di Jalan Garuda tepatnya di depan RS Sobirin, serta dua orang lagi di Museum Subkoss Garuda saat mereka berencana hendak menghisap lem,” kata IPTU Aris.

Selanjutnya, agar para pengamen ini jera atas apa yang telah diperbuatnya itu selanjutnya Tim Rajawali ini membawanya ke PN Klas IB Lubuklinggau, untuk perkara tindak pidana ringan (Tipiring).

PENULIS : Aulia Azan Siddiq

Desa Jaya Bakti Wakili Sumsel Lomba Toga Tingkat Nasional

Dua Polindes di TPK Mentereng