Pedagang kaki lima di Kelurahan B Srikaton memanfaatkan trotoar untuk menggelar dagangannya, sehingga tidak lagi memperdulikan hak pejalan kaki yang terampas. Foto : Alex Silmed
in

Hak Pejalan Kaki Dirampas

MUSI RAWAS,Silmed.id – Hak pejalan kaki untuk bisa berjalan dengan nyaman dan aman di trotoar banyak dirampas untuk kepentingan lain. Sejumlah masalah yang terjadi adalah penyempitan jalur pejalan kaki serta penggunaan jalur pejalan kaki untuk berdagang seperti di Kelurahan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas.

Padahal, menurut Djoko Setijowarno, pengamat transportasi, hak-hak pejalan di Indonesia dilindungi. Perlindungan itu dijamin oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Aturan itu menyatakan setiap pejalan yang digunakan untuk lalu linta umum wajib dilengkapi perlengkapan jalan berupa fasilitas untuk sepeda, pejalan kaki dan penyandang cacat.

Dengan adanya keberadaan para pedagang di atas trotoar menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga membuat orang enggan berjalan kaki. Hesti warga Desa D Tegalrejo, Kecamatan Tugumulyo mengatakan, pejalan kaki tidak mengeluarkan emisi gas buang dan tidak mengonsumsi bahan bakar minyak untuk transportasi.

“Berjalan kaki juga dilakukan semua orang, termasuk mereka yang memakai kendaraan bermotor. Berjalan kaki seharusnya menjadi hak dasar warga Negara. Sekarang, hak itu banyak yang terampas,” ujas Hesti.

Dirinya juga mempertanyakan keberadaan lapak pedagang kaki lima (PKL) yang bercokol di atas trotoar yang masuk ke dalam wilayah Kelurahan B Serikaton.

“Terlebih, lalulintas di jalan itu sangat padat terutama pada jam sibuk. Untuk itu warga berharap Pemerintah segera mencarikan solusi agar PKL tersebut pindahkan,” katanya lebih lanjut kepada Silampari Media.

Sejumlah pedagang yang berjualan di atas trotoar. Foto : Alex Silmed

Setiap kali melintas di jalan tersebut, dirinya merasa was-was karena harus menggunakan badan jalan.

“Lengah sedikit bisa disambar motor atau mobil. Mana nih komitmen pemerintah untuk memberi rasa aman bagi pejalan kaki,” ungkapnya sedikit kesal.

Dirinya berharap kepada Pemerintah untuk mengevaluasi keberadaan PKL tersebut. Sehingga pejalan kaki merasa aman dan nyaman karena terotoar tersebut difungsikan semestinya.

Keluhan yang sama juga disampaikan oleh Wawan, warga lainya. Menurutnya, trotoar yang dipenuhi pedagang kaki lima ini sangat mengganggu pejalan kaki.

“Biasanya bisa melintas di trotoar tersebut tapi, sejak adanya lapak PKL ini praktis tidak bisa melintas,”tukasnya.

PENULIS : Alexander
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

SELAMAT ULTAH H2G

Sempat Miss Komunikasi, Audiensi Lanjutan Pemkot dan Warga Disepakati Pukul 14.00 WIB Hari Ini di OP Room Moneng Sepati