in

GOW Lubuklinggau Gelar Pelatihan MC, Pidato dan Keprotokolan

LUBUKLINGGAU,Silmed.id-Gabungan Organisasi Wanita (GOW) melaksanakan pelatihan MC, pidato dan keprotokolan di Aula SMKN 2 Lubuklinggau, Jum’at (4/10/2019). Dengan Narasumber Ketua TP PKK, Hj Yetti Oktarina Prana, Dr. Drs. Agus Fatoni, AMd, M.Si, Defi Ulva Saryosa.

Dr. Drs. Agus Fatoni, AMd, M.Si sendiri dalam kesehariannya adalah Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah) Kementerian Dalam Negeri RI sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum Forum Protokol Indonesia.

Ketua GOW, Hj Sri Haryati Sulaiman menyampaikan bahwa pelatihan ini melibatkan seluruh anggota organisasi wanita yang tergabung dalam GOW. Dengan tujuan bersilaturrahim dan menambah pengetahuan khususnya dibidang MC, keprotokolan dan pidato. Diharapkan anggota terbiasa dan mampu tampil dikhalayak baik sebagai MC maupun pidato.

Hj Yetti Oktarina Prana menjelaskan materi dengan judul “The Art of Public Speaking, yakni beberapa cara dan trik agar sukses menjadi pembicara dihadapan publik. Menurutnya, beberapa alasan kenapa banyak orang sukses menjadi public speaker yakni berawal dari good speaker(pembicara yang baik), tuntutan zaman dan teknologi, tuntutan profesi dan persaingan.

“Tipsnya hal terpenting dalam persiapan untuk melakukan public speaking adalah membangun rasa percaya diri, mengendalikan rasa takut dan mengendalikan emosi kita,” katanya.

Ditambahkannya, ada mitos yang beredar bahwa kemampuan berbicara didepan umum muncul karena bakat. Tetapi faktanya, kemampuan berbicara didepan umum berkembang dengan latihan dan praktek, sehingga rasa gugup akibat rasa takut bisa diatasi.

Sementara itu, Devi Ulfa Saryosa berbicara mengenai berbagai pengalamannya menjadi menjadi MC (Master of Ceremony) atau pemandu acara diberbagai acara formal yang pernah ia lakukan.

Menurutnya, rasa gugup dan takut pasti pernah dirasakan setiap MC bahkan yang sudah senior dibidang Keprotokolan. Menurutnya, suksesnya acara tergantung dengan bagaimana cara MC membawa acara tersebut menjadi hidup dan tidak membosankan.

“Pengalaman saya sendiri, setelah latihan secara serius, berdoa juga menjadi salah satu faktor untuk memberikan sugesti dan energi positif bagi diri sendiri agar acara berjalan dengan sukses,” terangnya.

Dr. Drs. Agus Fatoni, AMd, M.Si dalam materi berjudul Protokol : Etika, Tata tempat, Tata Upacara, Tata Penghormatan dan Penyelenggaraan Acara, banyak berbicara tentang Keprotokolan, mulai dari Paradigma Protokol, Ketentuan Keprotokolan yang meliputi tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan, asas dan tujuan.

Menurutnya ada beberapa hal yang termasuk dalam ruang lingkup keprotokolan. Diantaranya pengaturan jadwal kegiatan, penerimaan/kunjungan tamu, kunjungan ke daerah/luar negeri, penyelenggaraan rapat/sidang, penyelenggaraan resepsi, penyelenggaraan upacara dan pernyataan selamat. (ufa)

Camat Barat I Serahkan Santunan ke Warga Muara Enim

Komitmen dan Berkolaborasi Tuntaskan Kawasan Kumuh di Kawasan Ulung