in

Firdaus Cik Olah Kembali Formulir ke PAN

MUSIRAWAS,Silmed.id – Menunjukan kesunguhannya dalam mencalonkan diri sebagai Bupati Musi Rawas, Firdaus Cik Olah (FC), telah mengembalikan lima formulir pendaftaran ke lima partai politik (Parpol).

“Saya sudah mengembalikan lima formulir pendaftaran ke parpol, pertama PDI Perjuangan, Golkar, Gerindra, PKB dan PAN,” kata Firdaus saat mengembalikan formulir ke DPD PAN Musi Rawas, Jumat (6/12/2019).

Menurut Firdaus, dirinya maju bursa pencalonan Bupati Musi Rawas, karena panggilan pengabdian kepada negara. Dirinya ingin Bumi Lan Serasan Seketenan lebih baik lagi.

“Kami sudah melihat hasil survey, bahwa kepuasan masyarakat masih rendah terhadap pemerintah sekarang. Artinya ada kesalahan atau belum maksimalnya dalam pengelolaan pemerintahan yang saat ini,” ujarnya.

Terkait siapa yang akan diusung Golkar dalam Pilkada Musi Rawas, Firdaus menyampaikan, dirinya sudah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar, bahwasanya Partai Golkar memprioritaskan kader murni.

“Kami baru selesai munas, disana mendapat jaminan dari ketum untuk mendorong kader murni maju dalam pilkada, dengan catatan melihat hasil survey,” ungkapnya.

Menurut Firdaus, melihat jumlah kursi DPRD dari Fraksi Golkar sebanyak tujuh kursi, maka kader golkar sangat pontensial untuk diusung oleh partai golkar dalam pilkada 2020 nanti.

“Jika saya diusung maka saya siap, artinya siap mundur jadi anggota DPRD, saya maju dalam pilkada bukan bisnis tapi pengabdian kepada bangsa dan negara. Jika masih ada untung rugi, maka bukan pengabdian tapi bisnis,” ujarnya.

Ditambah dia, sebagai kader partai, maka dirinya akan patuh terhadap instruksi partai. Hal itu juga sebagai tolak ukurnya, maju pilkada atau posisi dimana.

“Hingga saat ini belum terlihat kesunguhan balon bupati lainnya, tapi masyarakat dapat menilai dengan aksi nyata, seperti pengembalian formulir atau sosialisasi kepada masyarakat,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Kucing Impor Beserta Pakannya Tersedia di Linggau Petshop

Coffe Morning Pemda Mura Bersama Insan Pers Sekaligus Gerakan Menanam, Menuju Swasembada Jagung