Kedua penjambret saat diamankan di rumah dinas Dandim 0406/MLM.
in

Dua Penjambret Berhasil Dibekuk Setelah Tabrak Tukang Ojek

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Dua orang penjambret Denni Darmawan (21) warga RT 06 Kelurahan Kayuara dan RJ (17) yang berdomisili di Jl. RT 01 Kelurahan Watas Lubuk Durian, Kecamatan Lubuklinggau Barat I berhasil dibekuk pada Minggu (17/11/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Keduanya sebelumnya menjambret hanphone (Hp) milik Mutiara (24) warga Jalan Lebah RT 07 Kelurahan Karya Bakti, Kecamatan Lubuklinggau Timur II saat melintas di jalan Garuda Kelurahan Bandung Ujung, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, tepatnya di depan Masjid Taqwa menggunakan sepeda motor Vario dengan nomor polisi (Nopol) 3459 GK.

Korban yang sadar Hp miliknya dijembret berteriak meminta pertolongan dan melakukan pengejaran terhadap ke dua penjambret yang menggendarai motor YamahaVixion putih nopol BG 4458 HF.

Kedua tersangka akhirnya memacu kendaraannya untuk menghindari kejaran. Namun naasnya, sesampainya di depan rumah dinas Dandim 0406/MLM mereka menabrak Hasan (45) seorang tukang ojek yang juga warga Jalan Kopral Makruf, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I hingga mereka terjatuh.

Melihat adanya kecelakaan, anggota TNI yang sedang piket di rumah tersebut kemudian menghampiri. Setelah mengetahui kedua orang tersebut adalah pelaku penjambretan, anggota TNI tersebut membekuknya dan diamankan di rumah dinas Dandim.

Unit Reskrim Polsek Lubuklinggau Barat yang sedang melakukan patroli me melihat ada keramaian di depan rumah dinas Dandim, dan mendapati dua pelaku jambret sudah diamankan.

“Keduanya beserta barang bukti langsung dibawa kepolsek Lubuklinggau Barat,” ujar Kapolsek Lubuklinggau Barat, IPTU Suryadi melaui Kanit Reskrim, Aiptu Faisal, Senin (18/11/2019).

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini terpaksa mendekam di ruang tahanan Mapolsek Lubuklinggau Barat dan terancam dikenakan pasal 363 KUHP.

Sementata itu, Raden mengaku jika ia nekad menjambret karena memiliki hutang dengan keluarganya.

“Rencananya hp itu mau saya jual. Uangnya mau saya gunakan untuk membayar hutang dengan bibi,” cetusnya dengan keadaan tertunduk.

Sedangkan A yang masih seorang pelajar SMA di salah satu sekolah Lubuklinggau mengaku sangat menyesal atas perbuatannya. Ia pun takut jika harus sampai putus sekolah.

“Saya sangat menyesal pak. Saya takut kalau sampai putus sekolah nantinya,” ucapnya dengan nada melas.

PENULIS : Aulia Azan Siddiq/Jofan Saputra

Pojok Syar’i Pusat Busana Muslim Terlengkap Kualitas Premium

Ambil Formulir di Hanura Apek Karim Sampaikan Pesan Melalui Pantun