TANGIS - Terlihat Melati dan Mawar menangis karena Ayahnya dituntut 15 Tahun Penjara, Kamis, (26/9/2019). Foto : Joefan Silmed
in

Dituntut 15 Tahun Karena Cabul, Anak Kandung Mengaku Ayahnya Tidak Salah

Ruang persidangan di Pengadilan Negeri Lubuklinggau Klas IB di Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Kamis (26/9/2019) siang, pecah dengan tangisan yang histeris. Apakah yang terjadi ? Berikut laporan…

JOFAN SAPUTRASilampari Media

Saat semua orang memasuki ruang persidangan, semua mata yang hadir sudah tertuju kepada dua orang berusia remaja, sebut saja Melati (16) dan Mawar (15). Melati saat itu menggunakan kemeja hitam dengan tertunduk lesu, sedangkan Mawar sembari menggenggam tangan dengan sekali-kali memeluk Melati.

Ini dikarenakan mereka menangisi nasib seorang pria yang sedang menghadapi persidangan di depan Ketua Majelis Hakim, Tatap Urasima Situngkir. Pria di depan yang menggunakan kemeja hijau kekuningan dengan rompi berwarna kuning tertulis tahanan Kejaksaan, dia bernama Ardiyanto (48) warga Desa Rantau Alih, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musirawas yang tak lain adalah orang tua dari Mawar dan Melati.

Saat JPU (Jaksa Penuntut Umum), Sumar Herti membacakan tuntutannya kepada terdakwa selama 15 tahun penjara. Kedua remaja ini pun semakin menangis dan berteriak histeris.

“Menjatuhi dan menuntut terdakwa Ardiyanto karena terbukti bersalah dalam Pasal 81 ayat 2 Jo 76 UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang perubahan Atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Hukuman penjara selama 15 tahun subsidair 3 bulan,” kata Sumar Herti.

Setelah selesai sidang, kedua remaja tersebut langsung mendekati orang tuanya sembari minta maaf.

“Aku minta maaf pak. Aku minta maaf,” ucap mereka dengan deraian air mata.

Sedangkan terdakwa hanya tersenyum kecil melihat kedua putrinya yang menangis tersebut.

Sumar Herti mengatakan bahwa terdakwa terbukti karena telah melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur.

“Terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan persetubuhan dengan anaknya sendiri yaitu Mawar dan Melati,” Jelas JPU.

Ironisnya, tuntutan tersebut terlalu berlebihan menurut kuasa hukum terdakwa, Darmansyah karena tidak melihat fakta dan data dipersidangan.

“Kalau melihat perbuatannya seperti itu, tentu kami sangat mengutuk. Tetapi kenyataan di persidangan kemarin tidak menjadi pertimbangan JPU,” ungkap dia.

Sedangkan, lanjut Darman saat dipersidangan kedua remaja bersaksi mengaku tidak disetubuhi oleh Ayah kandungnya.

“Waktu dipersidangan kedua remaja ini mengaku bahwa mereka membuat laporan pencabulan terhadap ayahnya sendiri. Dikarenakan diancam oleh kakak tirinya yang bernama Andi. Bahkan sempat terjadi pemukulan terhadap remaja ini. Sehingga keduanya ini kabur dari rumah,” lanjut Darman.

Hal ini lantaran, kata dia kakak tiri korban ingin menguasai harta-harta orang tuanya.

“Adapun hasil visum yang menyatakan remaja gadis ini tidak perawan lagi. Itu bukan dikarenakan ayah mereka, tetapi pernah berhubungan dengan pacarnya pada 2017. Celah inilah yang dimanfaatkan Andi untuk merekayasa masalah ini dan menguasai harta terdakwa,” tuturnya.

Pihaknya pun tidak akan tinggal diam terhadap tuntutan yang diberikan kepada kliennya, langkah hukum selanjutnya bukan tidak mungkin kata dia akan melaporkan Andi ke kepolisian.

Untuk diketahui, bahwa kasus ini pun belum selesai, minggu depan akan digelar kembali dengan agenda mendengarkan pembelaan atau pledoi dari terdakwa. Bagaimana kisah selanjutnya, silahkan tunggu setelah sidang ini kembali digelar. (*)

Bantuan KWH Gratis Meningkat

Warga Geger Melihat Sedan Terbakar