16 ribu warg Banyumas krisis air bersih. Foto : ilustrasi
in

Distribusi Air Bersih Untuk 5.536 Pelanggan Akan Lumpuh Total

MUSI RAWAS, Silmed.id – Musim kemarau saat ini mengakibatkan turunya debit air sungai. Dalam dua minggu kedepan layanan distribusi air bersih ke 5.536 pelanggan di Kabupaten Musi Rawas dipastikan lumpuh total.

Hal ini berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Plt Kepala Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD-SPAM) Musi Rawas, Agus Hilman kepada Silampari Media, Rabu (7/82019).

“Apabila dalam dua minggu kedepan debit air sungai yang menjadi sumber air baku tidak bertambah, maka distribusi air bersih ke pelanggan akan lumpuh, sebab mesin intake Penyedia Air Minum (PAM) di sejumlah kecamatan tidak bisa menyedot air,” terang Agus Hilman.

Dikatakannya, menyusutnya sumber air baku sungai ini membuat mesin intake pompa PAM harus diturunkan ke dasar sungai agar bisa menyedot air.

“Untuk penurunan mesin intake ini membutuhkan waktu satu hari dan selama perbaikan operasi dihentikan,”jelasnya.

Menurutnya, jika dalam waktu dua minggu kedepan tidak turun hujan dan debit air sungai tidak bertambah. Maka distribusi air bersih ke 5.536 sambungan rumah (SR) pelanggan akan lumpuh atau tidak bisa dialiri kembali.

“Pelayanan lumpuh yang disebabkan oleh kemarau pernah terjadi pada tahun 2018 yakni pelanggan di Kecamatan TPK dua bulan dan Muara Kelingi 3 hari,”bebernya.

Selain itu, untuk penyebaran 5.536 SR pelanggan terbesar di Kecamatan Muara Kelingi 364 pelanggan, Muara Lakitan 1.053, BTS Ulu 364, Muara Beliti 1878, TPK 456, Tugumulyo 945 dan Megang Sakti 247 srta 229 SR.

“Intinya untuk saat ini sudah ada tiga mesin intake yang tidak terendam yakni Kecamatan Muara Lakitan, BTS Ulu, TPK dan Muara Kelingi,”ungkapnya.

Sementara itu, Santoso (20) warga Desa Petunang mengakui untuk kekeringan melanda terjadi sejak beberapa minggu terakhir membuat warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, untuk aktifitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) masyarakat harus kesungai dengan jarak tempuh yang jauh.

“Hampir sebagian besar sumur warga sudah mengering dan membuat warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Sedangkan, untuk fasilitas umum air bersih seperti Pamsimas ataupun pam belum tersedia,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Empat Hari Jelang Lebaran Penjualan Kelapa Alami Peningkatan

Warga Resah Dengan Keberadaan Kandang Ayam