in

Disdagrin Lubuklinggau Amankan Pedagang Pasar Inpres

LUBUKLINGGAU,Silmed.id – Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau, khususnya di Jalan Kalimantan dan Jalan Garuda kembali dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Lubuklinggau bersama tim, Pada Selasa (03/03/2020). Terlihat beberapa gerobak PKL yang masih jualan di badan jalan tampak diangkut oleh tim menggunakan mobil saat penertiban.

Kepala Disdagrin Kota Lubuklinggau, H Surya Darma mengatakan penertiban pedagang kali ini merupakan lanjutan kegiatan penertiban yang sudah mereka laksanakan tahun 2019, dan ini merupakan penertiban perdana tahun 2020.

Penertiban pedagang kembali mereka laksanakan lantaran beberapa PKL yang kemarin saat ditertibkan sudah teratur, kini kembali berjualan di badan jalan yang mengakibatkan akses jalan untuk para pengendara sepeda motor semakin menyempit. Hal ini membuat pasar kembali semrawut dan tidak rapi.

“Kita lihat pedagang yang kemarin sudah sadar, sekarang kembali tidak sadar. Makanya kita sadarkan kembali PKL dengan penertiban ini,” kata Surya Darma.

Penertiban diawali dengan menertibkan pedagang di sepanjang Jalan Garuda. Di sana selain menertibkan PKL yang jualan di badan jalan, ada juga mobil yang mereka derek karena menetap di badan jalan selama 24 jam. Selain itu, tim juga menemukan satu gerobak yang isinya ada tujuh senjata tajam serta gitar.

“Untuk Sajam dan gitar sudah diamankan pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Informasinya juga, di sana tempat anak jalanan ngelem kalau malam hari. Makanya tadi gerobaknya sudah kita angkut semua,” ungkapnya kembali.

Penertiban lanjut ke PKL di sepanjang Jalan Kalimantan. Di sana, mereka juga mengangkut gerobak pedagang yang sudah ke badan jalan. Bahkan pedagang ikan juga mereka minta untuk pindah ke lapak di dalam Pasar Inpres, seperti pedagang ayam dan daging.

“Kalau penertiban selanjutnya kita masih temukan pedagang ikan di luar, kita angkut paksa dagangannya. Kita ingin mereka tertib, berjualan di dalam,” tegasnya.

Tujuan penertiban kali ini sama seperti penertiban sebelumnya, untuk penataan pedagang di sepanjang Jalan Kalimantan dan Jalan Garuda, menciptakan kenyamanan pembeli di pasar, menciptakan keindahan Kota Lubuklinggau, khususnya di pasar yang terkesan semrawut.

“Imbauan, peringatan dan sosialisasi bahkan penertiban sudah sering kita lakukan. Tapi ketika satu bulan saja kita tidak lakukan penertiban, pedagang banyak kembali tidak sadar. Tampaknya, kedepan penertiban akan lebih kita rutinkan,” tegasnya.

Kasat Sabhara Polres Lubuklinggau, A Rachman membenarkan saat mendampingi tim melakukan penertiban sudah mengamankan Sajam. Sajam dijelaskannya, ditemukan tidak di badan seseorang, tetapi di gerobak salah satu PKL.

“Tapi tetap kita tertibkan dan kita amankan. Untuk indikasi kita juga cukup sulit dan tidak bisa langsung kita tindak, karena penemuannya bukan di badan seseorang. Tetapi apapun itu, Sajam tetap tidak diperbolehkan. Tadi kita sudah minta keterangan dengan pedagang di sekitar, ketika saat didalami butuh keterangan lebih lanjut akan kita panggil,” ungkapnya.

Selain itu ia melanjutkan, Polres Lubuklinggau ada Tim Bang Jali Tepar (Sambang Jalan Kaki Terminal Pasar). Tim ini juga rutin untuk melakukan patroli.

“Apapun itu, intinya kita tetap butuh dukungan dari masyarakat. Karena tujuan penertiban ini untuk kenyamanan dan keamanan warga Kota Lubuklinggau,” pungkasnya.

PENULIS : Putri Rianita
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Semakin Segar, Ini 7 Tampilan Warna Terbaru Yamaha FreeGo

Berhasil Menjual Shabu Empat Kilogram, Gembong Narkoba Diringkus Polisi