Salah satu warga sedang menunjuk salah satu titik rusak jalan yang diduga akibat tidak kuat menahan bebat berat dari kendaraan bertonase berat. Foto : Bayu Sembiring
in

Diduga Mobil Pengangkut Batu Galian C Rusak Jalan Samping Kantor Camat, GEMPUR akan Surati Camat

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Galian C ilegal masih terus menjadi masalah serius bagi warga Kota Lubuklinggau. Mulai dari mencemari lingkungan hingga permasalahan jalan yang rusak akibat dilalui mobil bertonase berat yang mengangkut batu hasil galian C. Seperti misalnya Jl. Samping Kantor Camat Lubuklinggau Utara I, jalan yang menghubungkan Kelurahan Petanang Ulu dan Belalau II itu tampak rusak, aspal di jalan tampak membentuk lubang dan gundukan seperti tertekan benda berat.

HM (48), warga Kelurahan Belalau II ini mengeluhkan hilir mudiknya kendaraan pengangkut batu yang menguasai jalan.

Jalan hikak ni ogek jalan wang PT, kendak ye be kolar keler. Ogek pemerintah buat jalan kak ni untuk ye be,” ungkap lelaki paruh baya yang enggan disebutkan identitasnya ini kepada Silampari Media, Selasa (30/07/2019).

Dirinya juga menerangkan jika aktivitas Galian C tersebut berada di lahan eks. PT. Cikencreng yang notabenenya masih dalam keadaan sengketa.

Galian tu ni ade di RT.02 Belalau II, la lumayan lame, padahal tuni tanah Cikencreng yang sengketa, tapi ye masih bise buat galian C beso mat gek tu. Ape dak jingok camat kak e mobel tu kolar keler liwat samping kantore,” tambahnya.

HM juga takut menunjukkan identitasnya karena menurut pengakuannya ada oknum warga yang membackup kegiatan tersebut.

Ku dak bani, ku kak wang bodoh wang penakut, jadi diam be. Ade yang beking wang kite. Wang kite juge banyak begawe di sane jadi pemecah betu, jadi daripada ku disalah mending dak sah kasih tau name,” sambungnya.

Ketua Gerakan Masyarakat Pemuda Utara Bersatu (GEMPUR) Zaudi Harlian ikut menanggapi hal tersebut. Dirinya akan segera mengirimkan surat kepada Camat Lubuklinggau Utara I terkait dampak Galian C di belakang kantor camat yang menurutnya mencoreng nama baik pemerintah Lubuklinggau Utara I.

“Dalam waktu dekat ini kami akan surati camat terkait jalan yang rusak karena mobil-mobil mengangkut batu yang melewati jalan tersebut over tonase. Padahal itu di samping kantor camat, seolah terjadi pembiaran di situ. Karena menurut kami tidak mungkin orang di kecamatan itu tidak tahu padahal jalan bersebelahan langsung dengan kantor mereka,” ungkap Zaudi.

Zaudi melanjutkan, “menurut saya Galian C itu ilegal karena tempatnya di lahan eks. PT. Cikencreng, selama ini lahan itu dalam status sengketa, tidak mungkin izin keluar dari lahan yang berstatus sengketa. Ini sangat melukai masyarakat, saat masyarakat berjuang mencari keadilan untuk hak lahan mereka, ini malah ada orang yang masih mengambil untung di lahan itu,” sambung Zaudi.

Terpisah, Tokoh Masyarakat Kelurahan Belalau, MS (40) juga sangat menyayangkan adanya aktivitas galian C yang merusak jalan. Menurutnya harus ads tindakan tegas dari pemerintah terkait hal ini.

“Harus ada ketegasan dari pemerintah, apalagi jalan itu bersebelahan langsung dengan Kantor Camat Utara I. Apa mungkin para pegawai di sana tidak ada yang melihat aktivitas itu? Seharusnya sebagai pemerintah yang baik, walau tanpa adanya laporan mereka harus peka, baik RT nya, Lurah, bahkan Camat yang sehari-harinya kantor dia dilewati mobil pengangkut batu itu,” ujar MS.

Berdasarkan pantauan Silampari Media secara langsung ke lapangan, memang tampak ada jalan yang rusak seperti akibat ditimpa benda berat, selain itu disisi jalan juga tampak tumpukan sampah yang menggunung.

PENULIS : Bayu Pratama Sembiring
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Wako Apreasiasi Suksesnya Pelaksanaan Pemilu di Lubuklinggau

Belum Ada Laporan dari Posko Pemantau Kekeringan Sawah