Buaya Senyulong diamankan di kolam milik Rian warga Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Rabu (21/8/2019). Foto : Alexander.
in

Dibutuhkan Lima Orang Untuk Tangkap Buaya Senyulong

MUSI RAWAS, Silmed.id – Warga Dusun IV Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti digegerkan kemunculan buaya jenis Sepit atau Senyulong (Tomistoma schlegelii) di saluran irigasi Dam Inpres, Selasa (20/8/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Buaya Senyulong ini habitat aslinya ditemukan di sungai-sungai pedalaman Sulawesi, Sumatera maupun Kalimantan. Jumlah buaya ini terus berkurang sebesar 30-40% karena perburuan. Spesies ini terdaftar sebagai Rentan pada Daftar Merah IUCN (International Union and Conservation Nature), karena populasi global diperkirakan hanya kurang dari 2.500 individu dewasa.

Senyulong adalah spesies mirip buaya namun bukan merupakan anggota genus buaya sejati (Crocodylus) yang ukuran tubuhnya lebih kecul dan pendek, dengan panjang maksimal hanya 3,5 meter. Buaya Senyulong ini juga dilindungi oleh undang-undang perlindungan fauna dan flora Indonesia.

“Hingga saat ini, data dan status keberadaan populasi spesies buaya Senyulong ini masih sangat miskin dan dikhawatirkan spesies ini semakin terancam keberadaannya karena habitatnya yang sudah semakin rusak,” kata Achmad Yanuar, kepala Departemen Riset dan Pengembangan Hutan Harapan.

Sebagaimana yang diceritakan Ican warga setempat kemunculan buaya Senyulong ini pertama kali dilihat oleh warga Kota Lubuklinggau yang sedang memancing ikan.

“Pemancing melihat kemunculan buaya lalu berteriak meminta bantuan warga untuk menangkapnya,” kata Ican kepada Silampari Media, Rabu (21/8/2019).

Mendengar teriakan adanya buaya, warga setempat cukup ramai yang datang sekedar untuk melihat dan juga membantu menangkap.

Namun, saat hendak ditangkap buaya Senyulong ini memberikan perlawan, sehingga Ican memutuskan menyentrum buaya tersebut menggunakan kabel yang disalurkan ke aliran listrik.

“Setelah buaya itu lemas. Saya dibantu empat warga lainnya berhasil mengamankannya dengan cara diikat. Kemudian buaya itu kami masukkan ke dalam kolam milik Rian,” jelas Ican.

Berdasarkan keterangan dari Rian, bahwa dahulu di desa Air Satan dan Lesing sering muncul buaya Senyulong ini.

“Kemunculan buaya ini sering terjadi disini, tepatnya di rawa yang sudah tidak dirawat oleh masyarakat. Munculnya buaya ini di saluran irigasi adalah yang pertama kalinya,” ucap Rian.

Sementara itu Kepala Desa Air Satan, Ghufron perihal penemuan buaya langka ini telah dilaporkan ke BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam) Sumsel melalui pihak Kecamatan Muara Beliti.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kecamatan terkait penemuan buaya ini, dan telah membuat surat laporan ke BKSDA, guna meminta petunjuk tentang buaya ini,” tukas Ghufron.

PENULIS : Alexander
EDITOR : Aulia Azan Siddiq

Eriani : Disiplin Merupakan Muara dari Keberhasilan

Sawah dan Sumur Kekeringan