in

Di BTS Ulu Hanya Ada Satu E-Warong, Sering Tutup dan Kehabisan Stok

*Pemilik E-Warong Oknum Pendamping

MUSIRAWAS,Silmed.id – Warga Kecamatan BTS Ulu, keluhkan masih minimnya warung elekronik gotong royong (e-warong), menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) non tunai bagi warga tidak mampu.

“Di Kecamatan BTS Ulu ada 18 desa, disini hanya ada satu e-warong, sesuai kesepakatan bahwa pada Jumat kemarin, warga miskin mengambil bantuan non tunai, tapi warungnya tutup sehingga warga pulang dengan tangan hampa,” kata Tarzandi warga Desa Lubuk Pauh kepada wartawan, Senin (23/03/2020).

Menurut dia, selain sering tutup e-warong tersebut, juga kerap kehabisan stok barang. E-warong tersebut milik salah satu pendamping PKH.

“Dengan jumlah desa yang cukup banyak, selain itu luasnya wilayah Kecamatan BTS Ulu, maka sudah selayaknya memiliki e-warong lebih dari satu, minimal lima e-warong agar dapat melayani warga,” ujarnya.

Ditambah dia, untuk menujuh e-warong tersebut, membutuhkan waktu dan meninggalkan pekerjaan bertani. Jadi jika pulang dengan tangan hampa, maka sangat miris.

Dilain pihak, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Musi Rawas Agus Susanto mengatakan, e-warong ada kaitannya dengan sinyal, terkait keluhan warga tersebut, sudah dirapatkan untuk penambahan e-warong.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak bank, untuk penambahan e-warong di BTS Ulu. Target kami setiap desa memiliki e-warong,”pungkasnya.

PENULIS : Dedi Ariyanto

Relawan FCO Bagikan 3.000 Masker Gratis

Minta Patuhi instruksi Pemerintah, Wako Kumpulkan Camat dan Lurah