DIAMANKAN. Tersangka Abdullah alias AP yang berhasil diciduk Aparat Polsek Lubuklinggau Utara, tak lama ia tiba di lokalisasi patok besi lantaran diduga melakukan penggelapan motor. FOTO: Bayu_Silmed
in

Dari Bandung ke Patok Besi, Baru Saja Tiba, Pria ini Langsung Diciduk Polisi, Kenapa Ya?

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Abdullah alias Ap (19) tak menyangka kalau petualangannya berakhir dengan tragis. Bagaimana tidak, dari Kota Bandung ia meluncur dengan tujuan ke Kota Lubuklinggau yakni Lokalisasi Patok Besi. Namun baru saja tiba, pria yang diketahui warga Kabupaten Ogan Ilir ini langsung diciduk Aparat Polsek Lubuklinggau Utara.

“Abdullah alias Ap ini adalah tersangka penggelapan sepeda motor yang lokasi peristiwanya di Lubuklinggau Utara. Tersangka ini memang warga Ogan Ilir, namun selama ini ia tinggal di Patok Besi. Selama tinggal di lokalisasi, ia diduga menggelapkan sepeda motor,” papar AKP Horison Manik, Kapolsek Lubuklinggau Utara, kepada Silampari Media, (17/7/2019).

Tersangka diamankan di Lokalisasi Patok Besi, RT.07, Kelurahan Sumber Agung, Kecamatan Lubuklinggau Utara I sekira pukul 09.30 WIB oleh sejumlah petugas yang dipimpin Bripka Dedi Hidayat dan Bripka Siro Judin Munir. Penangkapan tersangka berawal dari laporan Intel Polsek Lubuklinggau Utara yang melaporkan bahwa tersangka baru saja tiba di Lokalisasi Patok Besi. Sehingga petugas dengan cekatan menuju lokasi dan langsung berhasil mengamankan tersangka.

“Tersangka itu kabur ke luar daerah selama kurang lebih dua minggu, karena takut atas tindakannya yang diduga menggelapkan beberapa kendaraan roda dua. Kepergian tersangka karena ingin menghilangkan jejak, namun karena tidak tahan akhirnya tersangka memutuskan untuk pulang ke rumah kerabatnya di Patok Besi,” tambah AKP Horison Manik.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya sudah tiga kali menggelapkan motor. Rinciannya dua unit ia jual ke daerah Curup, Kabupaten Rejang Lebong. Dan satu lagi di daerah Ogan Ilir.

Sementara ini, pihak Kapolsek sedang menunggu para korban untuk mendatangi Kapolsek dalam rangka kroscek dan dimintai keterangan lebih lanjut.

Tersangka sendiri diduga melanggar Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun penjara.

Sementara itu, Joni alias peceng (38), warga Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, yang menjadi salah seorang korban tersangka AP menerangkan kronologi terkait dugaan penggelapan yang menimpa dirinya.

Awal mulanya,  Joni menggadaikan motor miliknya Honda Beat warna Merah kepada tersangka. Karena tersangka tidak punya uang, tersangka pun meminjam uang kepada Maya (28) warga RT 02, Kelurahan Sumber Agung untuk menerima gadai Sepeda Motor Joni. Setelah itu tersangka memberikan uang kepada Joni dan motor berpindah tangan kepada tersangka.

Kemudian dia (tersangka-red) kena tilang polisi dan meminta Joni untuk menebus tilangnya. Karena tidak punya uang, akhirnya AP mengaku kembali meminjam uang kepada Maya.

“Namun setelah itu, AP malah tak kunjung pulang. Dan di hubungi nomornya tidak aktif. Kami mendapat kabar kalau dia sudah pergi dan motor kami sudah berada di wilayah curup,” terang Joni kepada Silampari Media.

Kepulangan AP ke lokalisasi patok besi ternyata tidak sendiri. Ia datang bersama seseorang juga dari Kota Bandung diketahui bernama Daniel Situmorang (20). Daniel ternyata bukanlah patner AP. Daniel rupanya korban penipuan pula. Tersangka menipu Daniel dengan modus pinjam uang.

“Saya baru bertemu dengan dia di Terminal Bis di bandung, saya mau ke tempat nenek tapi kehilangan alamat. Nomor HP nya gak aktif. Ketemulah dengan dia, dia itu melas sekali minta tolong karena kehabisan biaya. Karena saya sekalian mau pulang ke Medan karena rumah nenek gak ketemu, sekalianlah karena kasihan dengan dia. Katanya dia mau pulang tapi gak ada ongkos dan dia melas-melas mau minta tolong,” ungkap Daniel.

Karena iba, akhirnya Daniel memberikan pinjaman uangnya kepada Abdullah.

“Dia pinjam Rp400 ribu. akhirnya saya pinjamkan karena katanya dia mau kembalikan sesampainya di Lubuklinggau. Kami pun sama-sama pulang, sampai di Lubuklinggau gak ada tanggung jawabnya. Uang saya habis, ponsel saya dibawanya pula,” terang Daniel  ditemui wartawan di Polsek Lubuklinggau Utara.

Sementara Tersangka membantah atas penipuan terhadap Daniel. Karena menurutnya, ia memang berniat mengembalikan uang tersebut, namun malah tertangkap sesampainya dia di lokalisasi Patok Besi.

Aku ado niat nian nak balike duetnyo tu, sumpah demi Allah. Tapi pas sampe langsung ditangkap nak cak mano lagi laju. Aku jugo di Bandung tu ketipu pak. Duit aku habis, ngelapor dengan polisi malah diantar ke dinas sosial. Makonyo aku minjam duit dio, dem balek baelah. Kalo untuk motor tu pak, aku terpakso kareno dak ado duit. Aku ni dak dipedulike lagi samo wong tuo aku. Jadi ngidopi diri dewek. Itu tu untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas tersangka AP saat dimintai keterangan.

PENULIS: Bayu Pratama Sembiring
EDITOR: Dodi Chandra

 

Sudar Diamankan Polisi Akibat Tabrak Istri Siri

11 Pejabat Eselon III dan IV Dilantik