Ilustrasi
in

Dapat 500 Keping Blangko, Prioritaskan Perekaman Bulan Lalu

MUSIRAWAS,Silmed.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas (Mura), hanya mendapat suplai blanko KTP-el sebanyak 500 keping dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikan, Kepala Disdukcapil Mura, H Y Mori melalui Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Darwin kepada Silampari Media, Senin (14/10/2019).

Sehingga, untuk sementara pihaknya memberlakukan surat keterangan (Suket) kepada warga yang baru melakukan perekaman sebagai peganti KTP-el sementara.

“Kami baru dapat suplai dari pemerintah pusat hanya 500 keping saja, yang kami gunakan untuk mencetak KTP-el pada pelayanan di Juli lalu. Jadi untuk pelayanan saat ini, sementara kami berikan suket dulu,” kata Darwin.

Darwin Juga mengatakan, bahwasanya minimnya ketersedian blanko tersebut sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, tepatnya pasca pelaksanaan demokrasi pemilihan presiden lalu, hingga bulan ini pasokan blanko dari pemerintah pusat menurun drastis untuk jumlahnya.

“Jadi kami pergunakan blanko yang ada dengan sebaik-baiknya, dengan memprioritaskan yang memang dalam keadaan darurat. Selain itu, juga untuk mencetak KTP-el yang data sebelumnya,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan jika, setiap pemerintah kabupaten/kota diminta untuk tidak mengajukan kembali permintaan blanko KTP-el ke pemerintah pusat dalam jangka waktu 10 hari kedepan,meskipun ketersediannya sudah kosong.

“Untuk itu, dengan kondisi ini saya harap masyarakat paham dan mengerti, agar bersabar. Karena memang stok blankonya minim,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, 500 blanko KTP-el tersebut bisa saja habis dalam sehari untuk pelayanan penerbitan KTP. Hal dikarenakan tingginya antusias masyarakat yang sadar akan dokumen kependudukan di Kabupaten Mura ini tergolong tinggi.

“Sebenarnua habis dalam sehari saja, tapi kami ada kriteria skala prioritasnya. Namun kami juga diminta untuk tidak mengajukan dalam waktu 10 hari kedepan setelah pengiriman blanko ke kabupaten dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Enggo (37) salah seorang warga Kecamatan Sukakarya menyayangkan dengan minimnya ketersedian Blanko KTP-el tersebut. Mengingat tingginya antusias masyarakat yang tidak imbangi dengan stok blanko.
“Sebenarnya saya sangat kecewa dengan minimnya blangko elektronik. Pasalnya saya sangat membutuhkan KTP saat mengambil gaji. Sebab di perusahaan tempat saya bekerja mewajibkan membawa KTP asli saat mengambil gaji, “tutupnya.

PENULIS : Sutrisnak
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Jalan Desa Dilintasi Mobil Tronton

Ratusan Siswa Tuntut Kepsek Diganti