CURI - Ketiga pelaku pencurian sarang walet saat dirilis Mapolres Lubuklinggau, Senin (7/10) pukul 15.00 WIB. Foto Jofan Silmed.
in

Curi 10 Kg Sarang Walet, 3 Tersangka Diancam 7 Tahun Penjara

LUBUKLINGGAU, Silmed.id – Malu, itulah kata yang tepat bagi tiga pelaku pencurian sarang walet saat dirilis Sat Reskrim Polres Lubuklinggau dihadapan awak media, Senin (7/10/2019) pukul 15.00 WIB.

Mereka adalah Andi Prana Wijaya (46) warga JL Yos Sudarso Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Adlu Danu Prawira (30) warga Jl Merpati Kelurahan Bandung Kanan dan Irsan (31) warga Jl Garuda, Kelurahan Keputraan, Kecamatan Lubuklinggau Barat.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono didampingi Waka Polres, Kompol Raphael B Jaya Lingga menjelaskan kronologis kejadian, tepatnya pada, Kamis (12/9) pukul 07.00 WIB di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Jawa Kanan SS, Lubuklinggau Timur I, empat pelaku mencoba masuk ke ruko korban bernama Jauher.

“Mereka bermula masuk melewati ruko tersangka Andi. Kemudian menjebol dinding menggunakan linggis, dongkrak, kayu dan gunting besi. Setelah jebol pelaku membawa sebanyak 10 kg sarang walet milik korban,” jelasnya.

Setelah berhasil, lanjut dia para pelaku kabur menjualkan hasil curian mereka tersebut ke wilayah Padang Ulak Tanding Provinsi Bengkulu.

“Sudah sempat mereka jual (walet). Berdasarkan pengakuan pelaku, walet tersebut dijual seharga Rp 120 juta,” lanjut dia.

Ketiga pelaku yang tertunduk lesu menyesali perbuatannya tersebut, dihadapan polisi mengaku menghabiskan uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kalau untuk narkoba tidak. Tetapi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari saja. Apalagi walet mahalkan,” kata dia.

Dia melanjutkan, bahwa dari hasil tangan pelaku berhasil diamankan satu buah linggis, scrab yang digunakan untuk mengambil sarang walet dan 1 unit mobil Honda Brio berwarna kuning, dengan nopol BG 1641 HG yang pelaku gunakan untuk transportasi menjual sarang walet.

Sedangkan satu pelaku berinisial EN sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dikenakan ancaman pasal 363 KUHP dengan hukuman 7 tahun penjara.

PENULIS : Jofan Saputra
EDITOR   : Dedi Ariyanto

Sekda Buka Rapat Evaluasi Kelembagaan

Kades Ditahan, Puluhan Warga Datangi Pemkab